Bunga BI Naik, NIM Perbankan Turun

548

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Tren suku bunga yang terus naik pasca Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuannya membuat margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) perbankan sedikit tergerus.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam statistik perbankan Indonesia (SPI) per Juni 2018 mencatat, posisi NIM perbankan ada di level 5,11%. Kendati masih cukup tinggi, posisi ini menurun dari capaian pada Juni 2017 yang sebesar 5,35%. Jika kita telusuri, penurunan NIM ini terutama disebabkan oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) bank secara industri hanya tumbuh 3,88% pertahun atau year on year (yoy) menjadi Rp 350,33 triliun pada Juni 2018.

Berdasarkan informasi yang kami terima, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, penurunan NIM tersebut masih wajar karena perbankan tengah melakukan penyesuaian terhadap kenaikan suku bunga. Meski terlihat menyusut dibandingkan posisi paruh pertama tahun 2017 lalu, Wimboh menilai bank punya cara tersendiri untuk mengantisipasi hal tersebut diantaranya dengan menjaga efisiensi.

Wimboh selanjutnya menjelaskan walaupun tren suku bunga terus meningkat tidak akan menjadi masalah bila industri perbankan dapat efisien mengelola keuangannya. Disamping itu, pemanfaatan teknologi juga bisa menjadi salah satu langkah agar lebih efektif.

OJK berharap NIM tetap dapat dijaga di level yang stabil. Kalau tergerus wajar, berarti bank harus meningkatkan efisiensinya. Meski tekanan terhadap NIM akibat kenaikan suku bunga masih menjadi tantangan bagi perbankan sampai akhir tahun, karena kenaikan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia (BI) sampai semester I-2018 saja telah menekan NIM industri perbankan sebesar 40 basis poin (bps) secara year to date (ytd).

 

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here