Benarkah Jepang Menjadi Target Perang Dagang AS Berikutnya?

926

(Vibiznews – Economy & Business) Perang dagang AS dengan negara-negara lain kembali berlanjut. Jepang bisa menjadi target baru berikutnya dari Presiden AS Donald Trump khususnya terkait tarif otomotif.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Wall Street Journal, Trump menggambarkan hubungan baiknya dengan kepemimpinan Jepang tetapi kemudian menambahkan: “Tentu saja itu akan berakhir segera setelah saya memberi tahu mereka berapa yang harus mereka bayar.”

Seperti yang sudah banyak diberitakan, jika kesepakatan NAFTA baru ditandatangani dengan Kanada dan Meksiko, maka negara-negara itu akan dibebaskan dari investigasi otomotif Amerika yang sedang berlangsung. Mengingat bahwa Uni Eropa telah memperoleh pengecualian atas tarif otomotif, maka bisa jadi akan menjadikan Jepang target nomor satu AS untuk hal tersebut.

Meskipun Trump mungkin telah merujuk pada pengenaan tarif lain yang dapat dia lakukan terhadap Jepang, namun otomotif adalah tindakan yang paling mungkin.

Pemerintahan Trump meluncurkan investigasi keamanan nasional ke dalam impor mobil dan truk pada bulan Mei, berdasarkan Bagian 232 dari Undang-undang Ekspansi Perdagangan. Amerika Serikat mengancam untuk mendorong tarif hingga 25 persen untuk mobil dan komponen impor, di atas tarif 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium yang sudah diumumkan.

Pemerintah AS masih memutuskan apakah akan menerapkan langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk melindungi pembuat mobil Amerika dan menurunkan defisit perdagangan.

Ketidakseimbangan perdagangan Jepang adalah yang ketiga terbesar dari semua mitra perdagangan AS, tepat di belakang China dan Meksiko, menurut biro sensus. Defisit perdagangan senilai $ 54 miliar dalam mobil dan suku cadang mencapai tiga perempat dari keseluruhan angka itu.

Tarif yang lebih tinggi bisa sangat menyakitkan bagi produsen mobil Asia termasuk Toyota, Nissan, dan Honda, yang menghitung Amerika Serikat sebagai pasar utama. Tarifnya juga bisa merugikan ekonomi Jepang: Ekspor mobil adalah kunci utama ekspor negara.

Namun, analis di perusahaan intelijen geopolitik Stratfor mengatakan Jepang dapat diisolasi sampai taraf tertentu dari tindakan perdagangan AS karena banyaknya fasilitas produksi Jepang di Amerika Serikat.

Pejabat AS dan Jepang akan terus mengadakan pembicaraan menjelang pertemuan yang dicermati antara Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada akhir September.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here