Bursa Asia Akhir Pekan Mixed Merespon Perang Dagang AS-China

561

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Asia berakhir mixed pada perdagangan akhir pekan, Jumat (07/09), dengan pasar terus mencermati perkembangan perang perdagangan AS-China.

Indeks Nikkei 225 turun 0,8 persen menjadi ditutup pada 22.307,06. Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan kepada kolumnis James Freeman bahwa Jepang dapat menjadi yang berikutnya dalam perang perdagangan dengan Amerika, menurut sebuah artikel Wall Street Journal.

Indeks Kospi Korea Selatan juga mengakhiri pekan perdagangan turun 0,26 persen, dengan saham pembuat chip SK Hynix jatuh 3,68 persen menyusul aksi jual baru-baru ini di saham teknologi AS.

Indeks ASX 200 turun 0,27 persen menjadi ditutup pada 6.143,8, sedikit pulih dari kerugian sebelumnya.

Sedangkan Indeks saham China Raya sebagian besar membuat perubahan di sore hari, dengan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir datar pada 26973.47. Indeks Shanghai naik 0,4 persen menjadi ditutup sekitar 2,702.30 sementara indeks Shenzhen mengakhiri minggu perdagangan lebih tinggi dengan 0,10 persen pada sekitar 1.433,36.

Semalam di Wall Street, saham sebagian besar jatuh selama sesi perdagangan. Indeks Nasdaq turun 0,9 persen menjadi ditutup pada 7,922.73, membukukan kerugian hari ketiga berturut-turut. Indeks S & P 500 tergelincir 0,4 persen menjadi ditutup pada 2.878,05. Namun indeks Dow Jones berakhir dengan kenaikan 20,88 poin pada 25.995,87.

Pasar sebelumnya memperkirakan eskalasi dalam perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung, menyusul laporan yang mengatakan administrasi Trump dapat mengenakan tarif atas barang-barang Cina senilai $ 200 miliar ketika periode komentar publik berakhir.

Kementerian perdagangan China telah menyatakan pada hari Kamis bahwa negara akan membalas jika AS memberlakukan tarif baru.

Beberapa ekonom memperkirakan konflik akan berlanjut. Sebuah laporan pada hari Jumat menyatakan bahwa titik akhir belum tercapai dalam konflik perdagangan AS-China.

Sementara itu, negosiasi antara AS dan Kanada masih berlangsung karena kedua pihak berusaha untuk mencapai kesepakatan tentang masa depan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. Pembicaraan diperkirakan akan berlanjut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa Wall Street yang berpotensi menguat jika data Non Farm Payrolls Agustus AS yang akan dirilis malam ini terealisir positif dan data pengangguran Agustus AS terealisir menurun.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here