Indonesia Cetak Surplus Perdagangan Bulan September

661

(Vibiznews – Economy & Business) Neraca perdagangan Indonesia meraih hasil surplus pada September saat impor dan ekspor lebih lambat dari yang diperkirakan, demikian data yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik pada hari Senin (15/10).

Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, melaporkan surplus perdagangan sebesar $ 230 juta untuk bulan September, dibandingkan dengan defisit $ 500 juta yang diperkirakan dalam jajak pendapat Reuters.

Indonesia merevisi defisit perdagangannya pada bulan Agustus menjadi $ 944 juta.

Impor September senilai $ 14,60 miliar, naik 14,18 persen dari tahun sebelumnya. Itu dibandingkan dengan ekspektasi peningkatan 24,76 persen dalam jajak pendapat.

Ekspor senilai $ 14,83 miliar pada bulan September, naik 1,70 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan survei kenaikan 7,58 persen.

Ekspor didukung oleh batubara dan minyak sawit mentah. Di sisi lain, ekspor minyak dan gas turun hampir 17 persen setiap tahun pada September.

Beberapa langkah, termasuk tarif yang lebih tinggi, telah diberlakukan untuk mengekang impor barang-barang konsumsi yang tidak perlu untuk menahan kesenjangan perdagangan dan mendukung mata uang rupiah.

 

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here