Mata Uang Safe Haven Menguat; Yen Naik Tertinggi 1 Bulan

311

(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen Jepang mencapai tertinggi satu bulan dan Franc Swiss meningkat pada Senin (15/10) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kecemasan investor terkait ekonomi global.

Pasar saham jatuh pada kekhawatiran sengketa perdagangan AS-China yang sedang berlangsung memukul ekonomi China, sementara saham Arab Saudi jatuh pada meningkatnya ketegangan antara Riyadh dan Barat setelah menghilangnya seorang jurnalis warga negara AS keturunan Arab.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel di Bavaria menderita hasil pemilihan terburuk sejak 1950 pada hari Minggu, dalam kemunduran yang meningkatkan ketegangan dalam pemerintah nasional yang rawan krisis di negara itu.

Mata uang Yen dan Franc, keduanya dianggap mata uang safe-haven yang menarik investor ketika pasar mengalami fluktuasi, telah diuntungkan ketika pasar saham turun, meskipun pergerakannya tidak besar.

Yen naik sebanyak setengah persen ke yang terkuat sejak 18 September. Franc juga naik terhadap euro dan dolar, tetapi kenaikannya terbatas.

Dolar Australia, sering dilihat sebagai barometer sentimen risiko global, naik 0,3 persen menjadi $ 0,7137 terhadap dolar, menunjukkan investor jauh dari panik. Aussie mencapai level terendah dalam dua tahun 0,7039 pada 5 Oktober.

Euro menyentuh lebih tinggi ke $ 1,1593 terhadap dolar, sementara dolar diperdagangkan datar terhadap sekeranjang mata uang.

Analis mengatakan kenaikan euro akan ditentukan sebagian oleh anggaran tahunan pemerintah Italia, yang akan disetujui oleh kabinet pada Senin.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada hari Sabtu bahwa Washington ingin memasukkan ketentuan untuk mencegah manipulasi mata uang dalam transaksi perdagangan di masa depan, termasuk dengan Jepang, berdasarkan bab mata uang dalam kesepakatan baru untuk merubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.

Sterling turun 0,1 persen $ 1,3169 setelah peringatan bahwa pembicaraan Brexit tampaknya telah mencapai kebuntuan. Sterling juga turun 0,4 persen terhadap euro menjadi 88.190 pence.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan mata uang safe haven seperti Yen dan Franc akan meraih keuntungan saat meningkatnya kecemasan investor akibat ketidakpastian geopolitik dan pelemahan pertumbuhan ekonomi global.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here