IHSG Rabu Sesi Akhir Merosot 88 Poin; Bursa Asia Mixed dalam Sentimen Tensi Geopolitik

327

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu sore ini (24/10) terpantau ditutup melemah -1,53% atau 88,474 poin ke level 5.709,417 setelah dibuka turun ke level 5.795,751. IHSG melemah di sesi akhir di tengah bursa Asia yang berakhir mixed, menyisakan sentimen seminggu terakhir yang tertekan tensi geopolitik dunia serta loss di Wall Street.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini terpantau fluktuatif dan ditutup melemah di level Rp 15.195, sedangkan dolar AS juga menanjak di pasar Asia dan Eropa setelah terkoreksi kemarinnya. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.180.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG melemah 2,140 poin (0,04%) ke level 5.795,751. Indeks LQ45 juga turun 0,06% ke 910,351. Sampai ke istirahat siang, IHSG masih turun tipis 3.870 poin (0,07%) ke 5.794,021. Sementara Indeks LQ45 juga turun 0,3% ke 908,150.

IHSG kemudian semakin menyurut di zona merah dan ditutup melemah -1,53% atau 88,474 poin ke level 5.709,417. Indeks LQ45 juga turun 19,750 poin (2,17%) ke 891,134. . Hari ini semua dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sector infrastruktur yang merosot 3,44%, diikuti sektor consumer goods yang melemah 1,97%

Tercatat sebanyak 111 saham naik, 298 saham turun dan 108 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 386.726 kali transaksi sebanyak 9,47 miliar lembar saham senilai Rp 6,9 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini ditutup umumnya mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang naik 0,37% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,38%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) -3,46%, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) -13,31%, Unilever Indonesia (UNVR) -3,37%, dan Matahari Department Store (LPPF) -6,81%.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini merosot ke bawah dari area konsolidasi, tertekan aksi jual menyusul bursa kawasan Asia yang seminggu sebelum ini amblas oleh isyu tensi geopolitik dunia yang memanas. Berikutnya, IHSG masih dalam sentiman tertekan, dimungkinkan bargain hunter masuk di sini, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.869 dan 5.982. Sedangkan bila berlanjut tekanan jual di level ini, support ke level 5.669, dan bila tembus ke level 5.557.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here