Anjloknya Apple Tekan Bursa AS Meskipun Data NFP Meningkat

756

(Vibiznews – Index) – Saham AS anjlok pada hari Jumat, karena kerugian tajam di Apple meskipun dibayangi perkiraan data ketenagakerjaan yang lebih baik dan optimisme baru pada perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 105 poin lebih rendah, menghapus kenaikan 198 poin. S & P 500 turun 0,6 persen karena penurunan Apple 6,9 persen menyeret turun nama-nama teknologi utama lainnya seperti Facebook dan Alphabet. Nasdaq Composite yang beranggotakan saham-saham berteknologi tinggi turun 1,3 persen.

Apple jatuh setelah data pengiriman iPhone perusahaan untuk perkiraan kuartal terakhir jauh dibawah harapan pasar.

Bursa saham AS pada awalnya melonjak setelah Departemen Tenaga Kerja mengatakan ekonomi AS menambahkan 250.000 pekerjaan pada bulan lalu. Ekonom yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan penambahan 190.000. Tingkat upah untuk sementara naik 3,1 persen secara tahunan pada bulan Oktober untuk pertama kalinya sejak resesi.

Investor khawatir bahwa kenaikan upah dan meningkatnya tekanan inflasi akan mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan. Bank sentral telah menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun ini dan diperkirakan akan menaikkannya sekali lagi sebelum akhir tahun.

Sentimen juga terangkat setelah sebuah laporan Bloomberg News mengatakan Presiden Donald Trump meminta para pejabat untuk mulai menyusun perjanjian perdagangan potensial dengan China.

Investor global telah resah atas hubungan perdagangan AS-China selama tahun 2018 setelah administrasi Trump menerapkan tarif pada barang-barang China. Pemerintah China telah membalas dengan menaikkan pungutan atas barang-barang yang di impor dari AS.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here