Emas Minggu Lalu & Kedepannya

387

(Vibiznews-Commodity) Harga emas langsung turun sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Jumat minggu lalu, setelah laporan pekerjaan AS yang bagus yang mendukung kebijakan moneter AS yang “hawkish” yang ingin melanjutkan menaikkan tingkat bunga.

Harga emas telah berada dalam tekanan sebelum laporan pekerjaan AS keluar, karena koreksi normal yang menarik harga turun dari kenaikan yang besar pada hari Kamisnya.

Emas berjangka bulan Desember terakhir turun $5.00 per ons pada $1,233.60. Perak Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan turun $0.012 pada $14.76 an ounce.

Non-farm payrolls AS bulan Oktober naik jauh lebih daripada yang diperkirakan sebesar 250.000. Sementara diperkirakan naik hanya sebesar 188.000. Tingkat pengangguran AS secara keseluruhan tetap sama pada 3.7%. Penghasilan rata-rata per jam naik 0.18 persen, atau kenaikan 3.1% setahun.

Pasar saham dunia kebanyakan naik semalam. Indeks saham AS mengarah ke posisi yang lebih tinggi ketika sesi New York dimulai. Sikap para trader dan investor optimis dengan proklamasi baru-baru ini oleh Presiden AS Trump dan Presiden Cina Xi Jinping yang memberikan petunjuk bahwa kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini sedang mendekat satu dengan yang lainnya paling tidak dalam negosiasi formal di dalam hal perdagangan.  Trump pada hari Kamis minggu lalu menge-tweet bahwa dia telah mengadakan pembicaraan yang panjang dan sangat baik dengan Presiden Xi. Laporan lainnya mengatakan Trump telah meminta para penasehatnya untuk membuat persetujuan perdagangan dengan Cina. Ini adalah retorika yang paling positip yang datang dari kedua belah pihak pada bulan-bulan ini.

Yuan Cina juga mendapatkan keuntungan terhadap dolar AS dengan perkembangan perdagangan Cina dan AS.

Fokus di Amerika Serikat saat ini sedang beralih ke pemilihan pertengahan waktu pada minggu ini, yang oleh banyak orang dipercaya akan menjadi referendum mengenai performa dari Presiden Trump. Kemenangan oleh Demokrat akan berarti “bearish” bagi pasar saham. Selain pemilihan pertengahan waktu, para analis juga sedang fokus pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve dengan emas mencoba untuk berpegang pada “support” yang signifikan diatas level $1,230 per ons.

Mayoritas analis yang diinterview oleh Kitco tetap berpandangan “bullish” atas harga emas pada minggu ini, banyak ahli membicarakan mengenai ketidakpastian sedang mengudara yang disebabkan oleh pemilihan pertengahan waktu di Amerika Serikat pada hari Selasa dan pertemuan kebijakan moneter bank sentral AS pada hari Kamis minggu ini. Namun menurut para analis, “pemilihan tengah waktu menghadapi resiko terbesar yang paling besar terhadap pasar emas karena Federal Reserve diperkirakan tidak akan menaikkan tingkat bunganya sampai bulan Desember.

Polling suara menunjukkan bahwa hasil pemilihan pertengahan waktu akan memisahkan Kongres yang dikontrol oleh Demokrat dengan Senat yang dimenangkan oleh Republik.

Senior ekonom komoditi dari Capital Economics Ross Strachan mengatakan kepada kitco.com bahwa pemilihan pertengahan waktu akan membuat kepemimpinan terbagi dua, dengan masing-masing partai mengontrol kongres dan senat, sehingga membuat persetujuan dalam hal kebijakan menjadi sangat sulit.

Emas kemungkinan akan diuntungkan dari tipe lingkungan politik yang seperti ini, menurut kepala strategi global dari TD Securities, Bart Melek.

Melek berkata,”pemilihan pertengahan bisa menciptakan ketidak pastian dalam kebijakan, yang berarti lebih banyak kemandekan di pemerintahan AS…..volatilitas bukanlah lingkungan yang buruk bagi emas.”

Secara tehnikal, kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistan” yang pertama yang terlihat pada $1,239.30 dan kemudian pada $1,246.00. sedangkan arah sebaliknya, akan berhadapan dengan “support” pertama pada $1,225.00 dan kemudian pada $1,220.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here