Harga Biji Cokelat New York Tambah Mahal, Kakao London Merah

363

(Vibiznews – Commodity) – Harga biji cokelat atau cocoa  di pasar komoditas New York ICE tambah mahal di akhir sesi perdagangan hari Senin (05/11) yang ditutup pada Selasa pagi (06/11) oleh faktor hasil panen yang berkurang di beberapa wilayah Afrika Barat.

Prospek untuk produksi kakao yang kuat di tahun mendatang masih ada, tetapi ada beberapa kekhawatiran penyakit untuk Afrika Barat karena intensitas udara lembab telah mendorong beberapa kekhawatiran bahwa penyakit Black Pod dapat menyebar. Bahkan, laporan panen awal dari Nigeria menunjukkan hasil yang berkurang karena terlalu banyak hujan.

Selain itu sentimen yang menguatkan harga yaitu proyeksi produksi tanaman utama untuk Pantai Gading dan Ghana sedang dikurangi, dengan Pantai Gading sekarang memperkirakan produksi tanaman utamanya di 1.985 juta ton, turun dari perkiraan sebelumnya hanya lebih dari 2.0 juta ton.

Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Desember di ICE New York  naik $45 atau 0,9 persen pada posisi $2.312 per ton setelah perdagangan sebelumnya jatuh ke $2.195. Namun untuk harga kakao di bursa London turun 8 pound atau 0,5 persen menjadi 1.667 pound per ton.

Selain sentimen diatas penguatan harga kakao ICE mendapat sumbangan dari pelemahan dolar AS sehingga untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan turun oleh profit taking pasar dan proyeksi penguatan dolar AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here