Harga Cocoa ICE New York dan London Tambah Tinggi

360

(Vibiznews – Commodity) – Harga biji cokelat atau cocoa  di pasar komoditas New York ICE masih tinggi di akhir sesi perdagangan hari Selasa (06/11) yang ditutup pada Rabu pagi (07/11) oleh sentimen penguatan perdagangan sebelumnya yaitu faktor hasil panen yang berkurang di beberapa wilayah Afrika Barat.

Prospek untuk produksi kakao yang kuat di tahun mendatang masih ada, tetapi ada beberapa kekhawatiran penyakit untuk Afrika Barat karena intensitas udara lembab telah mendorong beberapa kekhawatiran bahwa penyakit Black Pod dapat menyebar. Bahkan, laporan panen awal dari Nigeria menunjukkan hasil yang berkurang karena terlalu banyak hujan.

Selain itu sentimen yang menguatkan harga yaitu proyeksi produksi tanaman utama untuk Pantai Gading dan Ghana sedang dikurangi, dengan Pantai Gading sekarang memperkirakan produksi tanaman utamanya di 1.985 juta ton, turun dari perkiraan sebelumnya hanya lebih dari 2.0 juta ton.

Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York  naik $67 atau 2,9 persen pada posisi $2.379per ton setelah perdagangan sebelumnya jatuh ke $2.312. Namun untuk harga kakao di bursa London naik 18 pound atau 1 persen menjadi 1.726 pound per ton.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan turun oleh profit taking pasar, namun jika dolar AS tambah lemah akan membuat harga lebih mahal kembali.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here