IHSG Awal Minggu Merosot Lagi 1,65% ke 5777, Tertekan Aksi Ambil Untung

353

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal minggu Senin sore ini (12/11) terpantau ditutup terkoreksi melemah -1,65% atau -97,101 poin ke level 5.777,053 setelah dibuka turun ke level 5.865,74. IHSG terus tertekan aksi ambil untung investor asing di sepanjang sesi, sementara bursa Asia agak variatif di tengah pasar yang khawatir tensi perdagangan dan outlook ekonomi global.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau makin melemah ke level Rp 14.815, dengan dolar AS juga makin perkasa di pasar Asia dan Eropa. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.680.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG melemah 8,41 poin ke 5.865,74. Indeks LQ45 juga berkurang 2,09 poin (0,23%) ke 928,911. Sampai ke istirahat siang, IHSG turun 47,944 (0,82%) ke 5.826,210. Indeks LQ45 melemah 10,813 poin (1,16%) ke 920,196.

IHSG kemudian makin tertekan di zona merah, dan ditutup merosot -1,65% atau -97,101 poin ke level 5.777,053.  Indeks LQ45 juga amblas 23,379 poin (2,51%) ke level 907,630. Hari ini seluruh dari sepuluh sektor tampak mengalami penurunan. Sektor yang mencatat kemunduran tertinggi adalah aneka industri yang tergelincir 3,16%, diikuti sektor barang consumer yang turun 2,5%.

Tercatat sebanyak 122 saham naik, 267 saham turun dan 120 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak sepi dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 322.466 kali transaksi sebanyak 7,02 miliar lembar saham senilai Rp 6,77 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini terlihat ditutup variatif, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,09% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,12%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Matahari Dept Store (LPPF) (9,76%), Bank BTN (BBTN) (5,53%), United Tractors (UNTR) (5,23%), dan Bank BNI (BBNI) (5,00%).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini terhantam aksi ambil untung yang cukup signifikan sementara bursa kawasan Asia sebagian berupaya rebound dari loss sebelumnya oleh concern terhadap kenaikan suku bunga nantinya dan tensi perang dagang. Berikutnya IHSG ada peluang bargain hunting untuk menanjak secara bertahap, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.996 dan 6.086. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.733, dan bila tembus ke level 5.623.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here