Ambruknya Harga Minyak Dunia Terlama Sepanjang Sejarah

335

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia berbalik negatif di tengah aksi jual di pasar saham AS pada perdagangan awal pekan dan ditutup dengan mencetak kerugian 11-hari berturut-turut yang merupakan posisi penurunan harga  beruntun terpanjang sepanjang sejarah.

Minyak mentah berjangka sebelumnya di sesi Eropa berusaha memecahkan pelemahan yang ada setelah menteri energi Saudi Khalid al Falih mengatakan OPEC dan sekutunya akan mengurangi produksi minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari untuk mencegah  kelebihan pasokan di pasar global.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS jelang penutupan 26 sen lebih rendah pada $ 59,93. Kontrak berjangka ini sebelumnya tidak pernah jatuh selama 11 hari berturut-turut sejak mulai berdagang di bursa New York lebih dari tiga dekade lalu. Dan setelah pasar ditutup kerugian berlanjut dengan harga anjlok lebih dari 2 persen dan menurun di bawah $59 per barel untuk pertama kalinya sejak Februari.

Kenudian harga minyak mentah Brent, yang merupakan patokan internasional untuk harga minyak dunia, ditutup 6 sen lebih rendah pada $ 70,12 pada hari Senin. Kemudian harga Brent sempat merosot di bawah $69 ke level terendah sejak April setelah pasar ditutup.

Harga minyak mentah berjangka telah merosot  tajam selama lima minggu terakhir dipicu oleh meningkatnya pasokan minyak dari Amerika Serikat, OPEC, dan Rusia serta perkiraan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah dari perkiraan telah menekan pasar.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah masih bisa bergelombang oleh posisi teknikal di area oversold.  Sehingga harga minyak dapat saja turun kembali ke posisi terburuk awal pekan lalu dibawah kisaran $60.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here