Dow Jones Ditutup Turun 602 Poin, Dipimpin Saham Apple

354

(Vibiznews – Index) – Dow Jones Industrial Average turun 602 poin pada hari Senin setelah penurunan besar dalam saham Apple, kenaikan dolar AS dan kekhawatiran yang masih ada tentang perdagangan global membebani sentimen investor.

Kerugian di hari Senin membawa penurunan Dow selama dua sesi terakhir menjadi 804 poin; yang akhirnya ditutup pada 25.387,18. Nasdaq Composite yang terdiri dari saham-saham dari industry berteknologi tinggi sempat naik 2,8 persen menjadi 7.200,87 namun kembali jatuh ke wilayah koreksi yang pertama kali terjadi dan berlangsung terus di bulan bulan Oktober. Demikian juga dengan indeks S & P 500, turun 2 persen menjadi 2,726.22 karena pelemahan di sektor keuangan, dipimpin oleh saham Goldman Sachs.

Dalam perdagangan sore hari, indeks utama mencapai titik terendahnya sehari setelah Bloomberg News melaporkan bahwa beredar kabar bahwa Gedung Putih sedang menyiapkan laporan tarif otomatis. Saham General Motors berbalik negatif menyusul laporan itu.

Saham Apple berkurang 5 persen setelah Lumentum Holdings, yang membuat teknologi untuk fungsi pengenalan wajah iPhone, memangkas prospek untuk kuartal fiskal kedua 2019. CEO Lumentum Alan Lowe mengatakan bahwa salah satu pelanggan terbesarnya meminta perusahaan untuk “secara material mengurangi pengiriman” untuk produknya, akibatnya harga saham Lumentum anjlok 33 persen.

Penurunan Apple menekan sektor teknologi yang lebih luas. Harga saham The Technology Select Sector SPDR turun 3,5 persen. Sementara harga saham Alphabet dan saham Amazon sempat naik masing-masing 2,7 persen dan 4,3 persen, namun kemudian saham Amazon anjlok ke wilayah bear-market, turun sekitar 20 persen dari tertinggi 52 minggu, sedikit lebih dari dua bulan yang lalu. Amazon adalah perusahaan pengecer online yang nilai kapitalisasinya sebesar $ 1 triliun.

Sektor teknologi S & P 500 sendiri diperdagangkan di wilayah koreksi, turun lebih dari 10 persen dari tertinggi 52 minggu. Di dalam sektor ini, hampir 70 persen saham anggotanya setidaknya mengalami koreksi.

Saham Goldman Sachs membukukan penurunan terbesar dalam tujuh tahun setelah laporan menteri keuangan Malaysia menuntut pengembalian biaya yang dibayarkan perusahaan untuk pekerjaannya dalam dana investasi negara 1MDB yang dilanda skandal.

Dolar yang kuat juga menekan ekuitas karena para investor khawatir tentang apa yang akan dilakukan terhadap penjualan luar negeri perusahaan-perusahaan multinasional. Indeks dolar mencapai tertinggi 97,58, level tertingginya sejak 23 Juni 2017. Mata uang AS juga mencapai lebih dari satu tahun tertinggi terhadap euro dan franc Swiss.

SAP setuju untuk membeli Qualtrics, perusahaan swasta yang bersaing dengan SurveyMonkey, seharga $ 8 miliar. Sementara itu, Veritas Capital dan Elliott Management setuju untuk membeli Athenahealth dengan harga lebih dari $ 5 miliar.

Saham General Electric turun 6,9 persen menjadi ditutup di bawah $ 8 setelah CEO Larry Culp mengatakan kepada CNBC David Faber bahwa ia merasa “urgensi” untuk mengurangi sebagian dari leverage perusahaan, dengan melakukan penjualan aset.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here