Bursa Asia Bergerak Melemah Meski Data Ekonomi China Membaik

317

(Vibiznews – Index) – Bursa saham di Asia sebagian besar bergerak lebih rendah pada hari Rabu karena harga minyak tergelincir lebih jauh ke wilayah negatif. Demikian juga dengan indeks Hang Seng Hong Kong lebih rendah sebesar 0,74 persen pada perdagangan sore hari.

Pasar China daratan, yang telah diawasi ketat oleh investor karena perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung, mengalami kemunduran dengan komposit Shanghai turun 0,85 persen menjadi ditutup pada sekitar 2.632,24 sementara komposit Shenzhen turun 0,401 persen untuk menyelesaikan hari perdagangan di sekitar 1,378.36.

Pemerintah China melaporkan data output industri untuk Oktober adalah 5,9 persen lebih tinggi dari tahun lalu, lebih tinggi dari ekspektasi dari jajak pendapat Reuters. Investasi dalam aset tetap untuk Oktober juga berada di atas ekspektasi di 5,7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Penjualan ritel pada bulan Oktober, namun berada di bawah ekspektasi, 8,6 persen lebih tinggi dari tahun ke tahun.

Di Australia, ASX 200 turun 1,74 persen menjadi ditutup pada 5,732.8 sementara Kospi Korea Selatan lebih rendah sebesar 0,15 persen pada 2,068,05.

Di Jepang, bagaimanapun, indeks saham melawan tren penurunan keseluruhan untuk hari ini. Indeks Nikkei 225 naik 0,16 persen menjadi ditutup pada 21.846,48 sementara indeks Topix naik 0,17 persen pada 1.641,26.

Harga minyak mentah terus merosot dan persediaan minyak di pasar Asia anjlok. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS turun 0,29 persen pada $ 55,53 per barel selama sesi perdagangan Asia. Patokan global Brent diperdagangkan sedikit lebih tinggi yaitu di harga $ 65,49 per barel.

Pergerakan di pasar minyak mentah terjadi setelah harga minyak jatuh lebih dari 7 persen pada Selasa untuk memperpanjang penurunan beruntun mereka menjadi 12 sesi berturut-turut. Penurunan harga minyak pada Selasa dipicu pernyataan Trump yang berharap OPEC tidak akan memangkas produksi minyak untuk menaikkan harga.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjangnya, berada di 97.136 setelah berada di level tertinggi di atas 97.600 kemarin.

Yen Jepang, yang secara luas dipandang sebagai mata uang safe-haven, berada di 113,88 melawan dolar setelah menyentuh posisi terendah di atas 114 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia diperdagangkan pada $ 0,7215 setelah naik dari sekitar $ 0,717 kemarin.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here