Dolar AS Yakin Bisa Tebus Kerugian Profit Taking Semalam

411

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex hari kedua pekan ini yang berakhir Rabu  pagi (14/11), dolar AS ambruk oleh profit taking sesuai perkiraan sebelumnya dari posisi tertinggi 17-bulannya. Demikian juga harga komoditas yang berdenominasi dolar alami kenaikan dari perdagangan sebelumnya.

Melemahnya dolar banyak mendapat tekanan jual dari kuatnya mata uang kawasan Eropa seperti euro dan poundsterling. Kedua mata uang ini rally kuat menyusul komentar dari pejabat Inggris yang mengisyaratkan Inggris dan Uni Eropa hampir mencapai kesepakatan bagi negara untuk meninggalkan blok ekonomi sebagai negosiator berusaha untuk menghindari kehilangan tenggat waktu.

Indeks dollar, yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap  enam mata uang saingan utamanya ditutup pada  level 97.16  dan sempat mencapai 97.69. Dan pagi ini indeks dibuka pada posisi sedikit lebih rendah di 97.15 dan kini sedang bergerak rebound pada kisaran 97.30.

Sebagai penggerak pasar selanjutnya, hari ini merupakan hari yang cukup ramai dari sesi Asia hingga sesi Amerika malam nanti. Terdapat rilis beberapa data ekonomi makro yang penting dan dominan menggerakkan sentimen pasar. Di sesi Asia terdapat data produksi industri China, kemudian di sesi Eropa terdapat data inflasi Inggris – data prelim pdb Jerman serta flash pdb kawasan euro. Lalu di sesi Amerika terdapat rilis data inflasi AS dan juga ada pidato ketua Fed Jerome Powell.

Untuk perdagangan selanjutnya, analis Vibiz Research Center melihat bahwa dolar  berpotensi kuat dengan didukung oleh fundamentalnya, namun bergerak konsolidasi oleh dinamika sentimen pasar merespon banyaknya data ekonomi tersebut.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group 
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here