Kerasnya Italia Membuat Bursa Eropa Merugi dan Masuk Zona Merah

410

(Vibiznews – Index)- Perdagangan saham Eropa dibuka lebih rendah pada hari Rabu (14/11) setelah Italia menentang seruan Uni Eropa untuk merevisi target pengeluarannya dan juga mendapat tekanan dari posisi harga minyak yang semakin suram. Mayoritas indeks alami profit taking setelah perdagangan sebelumnya rally kuat.

Pemerintah Italia pada hari ini  mempertahankan target defisit 2019 yang diperebutkan 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), menentang seruan Uni Eropa untuk merevisi target fiskal. Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini memperingatkan UE agar tidak mengeluarkan denda terhadap Italia atas rencana anggarannya.

Terpantau indeks Stoxx 600 Eropa pan-Eropa turun 0,67 persen dengan hampir semua sektor di zona merah. Saham sektor sektor minyak dan gas serta  penambang menjadi pemberat indeks dengan turun dari  1,9 persen dan 2,1 persen. Pergerakan indeks bursa Eropa terkini; Indeks  DAX Jerman turun 1,13 persen, indeks CAC 40 Prancis tergelincir 1,29 persen sementara FTSE 100 Inggris turun 0,89 persen.

Investor akan terus mengawasi pergerakan harga minyak mentah   setelah harga minyak mentah jatuh sebanyak 7 persen di sesi sebelumnya oleh  kekhawatiran di sekitar kelebihan pasokan dan melemahnya permintaan global. Sentimen berikutnya kemungkinan Brexit  menjadi fokus   bagi investor pada Rabu setelah berita tentang terobosan penting antara Inggris dan Uni Eropa pada kesepakatan perceraian.

Sebagai informasi, perdagangan hari Selasa lalu  bursa Eropa berakhir rally menyambut laporan kemajuan dalam negosiasi Brexit dan pembukaan kembali pembicaraan perdagangan antara AS dan China. Indeks Eropa Stoxx Eropa 600 naik 0,7 persen. DAX Jerman naik 1,3 persen, indeks CAC 40 Perancis naik 0,9 persen dan FTSE 100 Inggris berakhir sedikit lebih tinggi.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here