Pejabat Menteri Inggris Banyak Yang Mundur Karena Brexit, Poundsterling Terperosok

281

(Vibiznews – Forex) – Perkembangan perundingan Brexit dengan Uni Eropa terkini sedang terancam, pasalnya hari Kamis (15/11) Sekretaris Brexit Inggris Dominic Raab mengundurkan diri dari jabatannya, sehingga menumpuk lebih banyak tekanan pada Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Padahal pada hari Rabu (14/11) Theresa May mengatakan bahwa dia telah mendapatkan dukungan yang cukup dari para menteri seniornya untuk rancangan kesepakatan Brexit untuk bergerak maju. Ini terjadi setelah dia juga menerima dukungan dari pejabat di Uni Eropa awal pekan ini.

Namun tidak hanya seorang Raab yang mundur dari kabinet May, sejumlah menteri memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi mereka sebagai protes atas rancangan kesepakatan Brexit. Raab beralasan tidak bisa menerima kesepakatan setelah janji-janji Partai Konservatif yang berkuasa yang dibuat ke negara itu dalam manifesto pemilu tahun lalu.

Sejumlah menteri yang mundur selain Raab, seorang menteri muda untuk Irlandia Utara, Shailesh Vara, Sekretaris Pekerjaan dan Pensiun Esther McVey dan Suella Braverman, seorang menteri muda di Departemen Brexit Inggris mengajukan pengunduran diri mereka pada Kamis pagi.

Akibatnya pembuat undang-undang Euroskeptic terkemuka Jacob Rees-Mogg mengatakan bahwa sejumlah surat tidak percaya kepada pemerintah telah disampaikan yang berpotensi akan terjadi pemungutan suara di dalam partai pada kepemimpinan Theresa May.

Gejolak kesepakatan Brexit ini sempat memberikan angin segara bagi mata uang poundsterling sejak perdagangan sebelumnya hingga sesi Asia mampu bergerak bullish dengan trend konsolidasi. Namun setelah pasar London berjalan, nilai poundsterling jatuh terus hingga anjlok hampir 2 persen ke posisi $ 1.2755.

Hingga perdagangan sesi Amerika hari Kamis (15/11) poundsterling yang dibuka pada posisi  1.2988 di sesi Asia, sempat naik tinggi ke posisi 1.3029 oleh harapan pasar akan pernyataan PM Theresa May atas dukungan kabinet terhadap kesepakatan Brexitnya. Namun setelah pemberitaan pengunduran diri beberapa kabinet Theresa May pair turun terus hingga ke posisi  1,2743, yang merupakan posisi terendah dalam 12 hari perdagangan.

Banyak anggota parlemen Inggris khawatir tentang kesepakatan yang berkisar dari perjanjian untuk perbatasan antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia, sampai berapa lama Inggris akan tetap berada dalam persatuan bea cukai dengan UE – yang berpotensi menghambat transaksi perdagangan di masa depan yang dapat dilakukan.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here