Perkembangan Fintech Diharapkan Bisa Mendorong Inklusi Keuangan

292

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Perkembangan teknologi financial (fintech) yang sedemikian pesat menjadi tema utama dalam acara Singapore Fintech Festival 2018 yang digelar dari Senin (12/11) sampai Jumat (16/11) di Singapura.

Dalam acara ini, beberapa pemain fintech dan regulator berkumpul untuk membahas salah satunya mengenai bagaimana peran fintech dalam inklusi keuangan.

Menurut John Lepore, General Counsel, Policy and Advocacy Mastercard tantangan untuk fintech ke depan adalah terkait dengan perannya dalam meningkatkan inklusi finansial, khususnya dalam bisnis UKM,  dan Ari Sarker, Co-President Asia Pacific , juga dari Marter Card menambahkan dengan adanya fintech para pengusaha UKM dapat lebih mudah untuk mendapatkan pembiayaan.

Salah satu negara yang berhasil menerapkan inklusi keuangan dan transaksi non tunai yang cukup bagus adalah China. Dengan makin maraknya transaksi pembayaran non tunai di China bisa meningkatkan angka inklusi dan literasi keuangan.

Persoalan literasi keuangan menurut Ari tidak hanya terjadi di beberapa negara saja tapi ini juga merupakan salah satu masalah global. Oleh sebab itu, Mastercard menurut Ari berusaha meningkatkan literasi dengan menyediakan dana dan budget tertentu.

Dengan semakin tingginya literasi keuangan di masyarakat diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dengan lebih baik.

Hal ini yang juga saat ini digencarkan oleh OJK dan BI untuk inklusi keuangan terus ditingkatkan supaya para pengusaha UKM dapat berkembang dan mendapat kemudahan pembiayaan. Namun juga harus disadari segala risiko dengan adanya fintech ini yang harus juga  segera diantisipasi. Hal ini membuat OJK dan BI terus menggodok aturan terkait hal ini.

 

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting

Editor: Asido Situmorang

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here