IHSG Akhir Pekan Tembus ke 6012, Bursa Asia Variatif oleh Ketidakpastian Brexit

799

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan Jumat sore ini (16/11) terpantau ditutup berlanjut menguat 0,95% atau 56,614 poin ke level 6.012,350 setelah dibuka naik ke level 5.975,11. IHSG terus menanjak di harinya yang keempat menembus level resistant walau sempat tergerus gain-nya, sementara bursa Asia umumnya masih variatif di tengah ketidakpastian deal Brexit dan Eropa.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau menguat ke level Rp 14.560, dengan dolar AS terkoreksi di pasar Asia dan Eropa menjauhi posisi level tertinggi 16 bulannya. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.675.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG menguat 19,37 poin (0,33%) ke level 5.975,11. Indeks LQ45 juga naik 23 poin (0,73%) ke 932,505. Sampai ke istirahat siang, IHSG tetap menguat menembus level 6.000 dengan naik 1,44% atau 85,53 poin ke level 6.041,26. Sementara indeks LQ45 juga naik ke 965,180.

IHSG kemudian bertahan di zona hijau, agak tergerus dan ditutup menguat 0,95% atau 56,614 poin ke level 6.012,350.  Indeks LQ45 juga menanjak 12,923 poin (1,37%) ke level 959,156. Hari ini semuanya dari sepuluh sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah infrastruktur yang menanjak 2,09%, diikuti sektor agribisnis yang naik 1,45%.

Tercatat sebanyak 233 saham naik, 176 saham turun dan 117 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 428.369 kali transaksi sebanyak 11,26 miliar lembar saham senilai Rp 8,86 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini terlihat umumnya variatif kembali, di antaranya Indeks Nikkei yang menurun 0,57% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,31%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Semen Indonesia (SMGR) +6,80%, Erajaya Swasembada (ERAA) 6,67%, Bank BTN (BBTN) 4,35%, dan Indah Kiat (INKP) 3,70%.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini kembali ditopang oleh serbuan aksi beli, namun profit takers sudah terlihat di pasar, sementara mayoritas bursa kawasan Asia masih cautious karena ketidakpastian dari Brexit dan Eropa. Berikutnya IHSG kemungkinan akan berhadapan dengan profit taking karena sudah di posisi overbought, melewati garis resistance, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.086 dan 6.113. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.747, dan bila tembus ke level 5.733.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here