Harga Minyak Bergerak Naik Terdukung Prospek Penurunan Pasokan OPEC

508

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Senin (19/11), terdukung prospek Arab Saudi akan mendorong OPEC dan mungkin Rusia untuk mengurangi pasokan menjelang akhir tahun ini.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 38 sen menjadi $ 56,84.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 24 sen menjadi $ 67,00 per barel pada 10.00 GMT.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi, mendorong kelompok dan mitranya untuk mengurangi produksi sebesar 1 juta hingga 1,4 juta barel per hari untuk mencegah penumpukan bahan bakar yang tidak digunakan.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Senin bahwa Rusia, yang bukan anggota OPEC, berencana untuk menandatangani perjanjian kemitraan dengan kelompok itu, dan rincian itu akan dibahas pada pertemuan OPEC 6 Desember di Wina.

Keputusan AS untuk memberikan keringanan kepada beberapa pelanggan minyak Iran, yang menghadapi prospek penurunan pasokan dari sanksi yang mulai diberlakukan pada awal November, juga telah membantu menenangkan kekhawatiran tentang ketersediaan minyak mentah.

Sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China adalah salah satu alasan investor lebih berhati-hati tentang prospek pertumbuhan permintaan minyak tahun depan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak berpotensi naik terpicu prospek penurunan produksi OPEC dan mitranya di akhir tahun. Harga minyak akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 57,30-$ 57,80, dan jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 56,30-$ 55,80

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here