IHSG Awal Pekan Terkoreksi Tipis ke 6005, Bursa Asia Mayoritas Rebound

370
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan Senin sore ini (19/11) terpantau ditutup terkoreksi melemah -0,12% atau -7,053 poin ke level 6.005,297 setelah dibuka naik ke level 6.028,337. IHSG mengalami koreksi profit taking setelah terus menanjak 4 hari sebelumnya, agak berbeda dengan bursa Asia yang umumnya menguat sekalipun di tengah ketidakpastian ekonomi global dan deal Brexit.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau menguat ke level Rp 14.585, dengan dolar AS lanjut terkoreksi di pasar Asia dan Eropa oleh the Fed yang mengkhawatirkan pelambatan ekonomi global. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.608.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG menguat 15,987 poin (0,27%) ke level 6.028,337. Indeks LQ45 naik 3,988 (0,42%) ke 963,144. Sampai ke istirahat siang, IHSG balik melemah 14,74 poin (0,25%) ke level 5.997,604. Sementara indeks LQ45 turun 4,73 poin (0,49%) ke 954,418.

IHSG kemudian bertahan di zona merah, agak naik dan ditutup melemah -0,12% atau -7,053 poin ke level 6.005,297.  Indeks LQ45 juga menurun -2,824 poin (0,29%) ke level 956,332. Hari ini delapan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah infrastruktur yang merosot 1,43%, diikuti sektor pertambangan yang turun 1,00%.

Tercatat sebanyak 185 saham naik, 188 saham turun dan 138 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 376.486 kali transaksi sebanyak 7,38 miliar lembar saham senilai Rp 6,53 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini terlihat umumnya menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,65% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,72%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Indah Kiat (INKP) -5,46%, Vale Indonesia (INCO) -4,27%, Indo Tambangraya (ITMG) -3,29%, dan Telkom (TLKM) -2,47%.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini ditekan profit taking setelah terus melejit 4 hari sebelumnya, di area overbought, sementara rupiah terus berlanjut menguat serta mayoritas bursa kawasan Asia justru rebound teknikal meskipun pasar masih menaruh concern terhadap ketidakpastian ekonomi global dan situasi Brexit. Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan berhadapan dengan profit taking dan situasi wait and see, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.086 dan 6.113. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.747, dan bila tembus ke level 5.733.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here