Outlook Emas Jangka Pendek

847

(Vibiznews – Column) Harga emas naik secara solid dan membuat ketinggian harian yang baru pada awal perdagangan sesi AS pada hari Jumat minggu lalu karena permintaan “safe-haven” dengan indeks saham AS mengarah turun pada saat permulaan sesi perdagangan New York dibuka.

Indeks dolar AS juga mengalami aksi jual dan menyentuh kerendahan selama sesi berlangsung yang selanjutnya mendukung minat beli pada pasar metal berharga.

Emas berjangka bulan Desember, terakhir naik $8.60 per ons pada $1, 224.60. Perak Comex bulan Desember terakhir naik $0.082 pada $14.345  per ons.

Pasar saham global bercampur di dalam perdagangan hari Jumat malam. Indeks saham AS telah kembali turun dari ketinggian minggu lalu, yang menunjukkan masih akan ada tekanan jual yang lebih banyak lagi pada jangka pendek. Setiap penurunan dari indeks saham AS akan memberikan dukungan bagi pasar emas yang “safe-haven”.

Kejatuhan yang besar di dalam harga minyak mentah telah menghantui pasar dunia. Minyak mentah berjangka Nymex menguat pada hari kemarin karena kenaikan yang bersifat koreksi setelah menyentuh kerendahan selama 11 bulan pada $54.75 per barel pada hari Selasa. Di dalam kurun waktu kurang dari enam minggu harga minyak mentah Nymex telah turun lebih dari $20 per barel. Penurunan yang tajam pada harga minyak mentah adalah elemen “bearish” bagi kebanyakan sektor komoditi mentah, termasuk metal, karena minyak tanpa bisa diperdebatkan, adalah pemimpin dari sektor ini.

Indeks dolar AS diperdagangkan sedikit lebih rendah tetapi masih tidak jauh dari ketinggian 1,5 tahun. Kuatnya ekonomi AS dibandingkan dengan ekonomi kebanyakan negara dunia lainnya dan perbedaan tingkat bunga dengan negara-negara tersebut dimana tingkat bunga naik lebih tinggi secara signifikan, adalah elemen yang “bullish” yang kemungkinan akan terus memberikan dukungan yang kuat bagi dolar AS.

Pertumbuhan Global & Ekspektasi Tingkat Bunga Federal Reserve

Menurut para analis, emas mendapatkan dorongan naik pada minggu ini karena perhatian mulai memuncak mengenai kesehatan ekonomi global. Bertambahnya ancaman dari melemahnya pertumbuhan ekonomi global menyebabkan beberapa partisipan pasar mengurangi investasi saham mereka untuk mencari harta “safe-haven” seperti emas.

Pergeseran dalam ekspektasi muncul setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada suatu acara di Federal Reserve Dallas mengatakan bahwa walaupun ekonomi AS tetap sehat, dia melihat adanya potensi resiko di depan.

Melemahnya perkiraan pertumbuhan juga mempengaruhi dolar AS dan ekspektasi mengenai tingkat bunga. Walaupun kenaikan tingkat bunga bulan Desember kelihatannya pasti, pasar menurunkan ekspektasi kenaikan tingkat bunga untuk tahun 2019.

Mike McGlone, ahli strategi komoditi senior pada Bloomberg Intelligence mengatakan bahwa berakhirnya siklus pengetatan Federal Reserve adalah apa yang emas perlukan untuk bisa mengalami rally dengan metal berharga tetap berada dalam rentang perdagangan yang tertekan.

Ryan Mckay, ahli strategi komoditi pada TD Securities berkata bahwa sentimen jangka pendek atas pertumbuhan global bisa memburuk, mendorong naik harga emas, namun dia menambahkan bahwa dia berpikir pasar sedikit terlalu pesimis.

Hasil Survei Wall Street & Main Street

Dari lima belas professional pasar yang mengambil bagian di dalam survei Wall Street, Sembilan responden atau 60% memprediksi harga emas akan naik minggu ini. Ada tiga atau 20% yang mengatakan harga emas akan turun atau datar.

Sementara itu dari 502 orang yang merespon pada polling Main Street, 311 responden atau 60% mengatakan emas akan naik. Sementara 123 atau 26% memprediksi emas akan turun, Sisanya 68 pemberi suara atau 14% mengatakan pasar akan “sideways” .

Afshin Nabavi, kepala trading pada “trading house” MKS (Switzerland) SA, mengatakan,”Saya bullish dan memandang emas akan naik ke sekitar $1,250 an.”

Sean Lusk, Direktur commercial hedging di Walsh Trading, juga melihat ada lebih banyak keuntungan tersedia bagi emas pada minggu ini, menyatakan sebagian “short covering” dan “bargain hunting” bisa terjadi untuk emas pada minggu ini, khususnya dengan perputaran yang terjadi di pasar saham dan ketidaktenangan dengan politik Eropa.

Lusk mengatakan,”Kita akan melihat lebih banyak lagi arus yang datang masuk ke dalam safe-haven meskipun dolar AS ditawar keras untuk dibeli. Selanjutnya Lusk menunjukkan bahwa psikologi pasar sedang bergerak kearah ekspektasi bahwa pertikaian perdagangan antara AS dengan Cina pada akhirnya akan dapat dipecahkan. Resolusi dari pertikaian perdagangan ini seharusnya membantu emas karena posisinya sebelumnya telah mendorong naik dolar AS dan sebagai akibatnya membebani turun emas.

Adam Button, managing director dari ForexLive, juga berkata emas akan naik lebih tinggi dengan mengkomentari bahwa ketidakpastian yang terus berlangsung di pasar yang lebih luas sedang menambah kepada daya tarik atas emas.

George Gero, managing director pada RBC Wealth Management, melihat akan terjadi keuntungan karena “short covering”

Adrian Day, ketua dan CEO dari Adrian Day Asset Management, juga melihat kedepannya emas lebih banyak akan naik.

Level Resistan

Mike McGlone, ahli strategi komoditi senior pada Bloomberg Intelligence mengatakan, ”emas sudah matang untuk rally. Emas berada pada Bollinger bands 24 bulan yang untuk periode yang paling panjang dalam 16 tahun yang mengindikasikan kenaikan dari metal ini. Agar emas bisa turun, diperlukan dolar AS tetap berada diatas ketinggian selama bertahun-tahun, ditambah dengan penurunan di dalam volatilitas pasar saham.”

Menurut para analis, level “resistance” kritikal untuk diperhatikan pada minggu ini adalah ketinggian pada bulan Oktober di $1,246. Greg Harmon, pendiri dari Dragonfly Capital berkata bahwa suatu dorongan keatas level tersebut akan merepresentasikan pergerakan tehnikal yang kuat di pasar, memberikan signal terjadinya “trend reversal”.

Harmon menambahkan bahwa sementara dia melihat potensi bagi metal berharga dalam jangka pendek, namun susah untuk menjadi “bullish” secara ekstrim karena masih berada pada pola “sideways”.

Philip Streible, analis pasar senior pada RJO Futures berkata bahwa dia juga memperhatikan level $1,240 pada minggu ini. “Sampai harga naik diatas $1,240, penurunan bisa saja terjadi dan harga emas bisa dengan mudah jatuh lagi kebawah $1,200 per ons.”

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here