Akibat Produksi India Buruk Picu Kenaikan Harga Gula ICE

360

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan hari Senin (19/11) yang ditutup pada Selasa pagi (20/11) bergerak lebih tinggi dikarenakan tanda-tanda output gula yang lebih kecil dari India sebagai produsen gula terbesar kedua di dunia serta oleh posisi dolar yang melemah.

Asosiasi Pabrik Gula (ISMA) India melaporkan produksi gula India selama 1 Oktober-15 November turun -15% y / y menjadi 1,16 MMT . Selain itu harga gula masih memiliki dukungan carry-over dari pemotongan Organisasi Gula Internasional (ISO) pekan lalu dalam perkiraan surplus gula globalnya. ISO memangkas estimasi surplus gula 2018/19 menjadi 2,2 MMT dari estimasi Agustus 6,7 MMT dan juga memangkas perkiraan surplus gula global 2017/18 menjadi 7,3 MMT dari estimasi Agustus sebesar 8,6 MMT.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York pada Selasa  pagi (20/11) ditutup naik 0,87% pada harga $ 12,80  per lb. Demikian juga dengan harga gula putih Desember ditutup turun $ 0,87% atau 0,82 persen  pada $343,90 per ton.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga gula diperkirakan turun kembali oleh proyeksi penguatan dollar AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here