Dolar AS Bisa Kuat Lagi Jika Data Ekonomi Menggembirakan

264

(Vibiznews – Forex) – Setelah ditutup anjlok ke posisi terendah dalam 2 pekan perdagangan, perdagangan mata uang dolar AS terhadap rivalnya kembali melemah  pada  perdagangan sesi Asia hari Selasa (20/11).  Dolar tertekan  sentimen memburuk oleh peringatan Federal Reserve akan prospek global dan buruknya data perumahan semalam sehingga prospek kenaikan suku bunga Fed suram.

Semalam, Presiden Fed New York John Williams mengatakan Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga jika kondisi ekonomi yang sangat kuat. Pejabat Fed tersebut juga menyampaikan kebijakan bank sentral tersebut berbeda dengan  yang ditetapkan sebelumnya dengan menyesuaikan kebijakan moneter untuk menjaga ekonomi kuat.

Pekan lalu, Wakil Ketua Fed Richard Clarida dan Presiden Fed Dallas Robert Kaplan mengangkat kekhawatiran atas potensi perlambatan global. Pernyataan eksekutif Fed tersebut menimbulkan pertanyaan pasar  apakah reli dolar sudah berhenti dengan melihat yield obligasi AS yang terus negatif merespon sentimen diatas.

Lemahnya kekuatan dolar AS juga diperburuk oleh laporan data perumahan AS semalam yang sangat mengejutkan pasar, pasalnya data homebuilder menunjukkan data yang sangat rendah ke posisi 4 1/2 tahun terburuk.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap 6 mata uang utama lainnya jatuh hampir setengah persen pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak akhir September. Pagi ini indeks dibuka pada posisi 96,21 dan kini tergerus ke posisi 96,18.

Untuk perdagangan selanjutnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS akan bergerak konsolidasi dan akan bullish jika rilis data perumahan malam nanti di sesi Amerika menunjukkan data yang mantap.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here