Harga Minyak Dunia Sedang Terpukul Tapi Minyak Amerika Lagi Mahal

332

(Vibiznews – Commodity) –  Harga minyak mentah mixed pada perdagangan sesi Asia hari Selasa (20/11) di tengah ekspektasi bahwa  produsen OPEC akan segera memangkas pasokan untuk mencegah kelebihan pasokan di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan dan adanya lonjakan output minyak dari Amerika Serikat.

Terpantau di pasar komoditas sesi Asia awal pekan,  harga minyak mentah berjangka jenis Brent yang merupakan harga patokan minyak dunia turun 0,50 persen menjadi $ 66,50 per barel  sementara itu  harga minyak mentah berjangka AS atau WTI alami kenaikan 0,55 persen pada $ 57,18.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang  dipimpin oleh Arab Saudi, mendorong kartel produsen dan sekutu-sekutunya untuk memotong 1 juta hingga 1,4 juta barel per hari (bpd) pasokan untuk menyesuaikan perlambatan pertumbuhan permintaan dan mencegah kelebihan pasokan.

Meskipun  harga minyak mentah sepekan terakhir terangkat, tetapi posisi harga hampir seperempat di bawah puncak baru-baru ini pada awal Oktober, terbebani oleh lonjakan pasokan dan perlambatan pertumbuhan permintaan. Pasokan  minyak di Amerika Serikat melonjak, dengan produksi  naik hampir seperempat tahun ini ke rekor 11,7 juta barel per hari.

Untuk perdagangan selanjutnya, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun kembali oleh sentimen kekhawatiran pasar akan proyeksi permintaan global dan juga jika posisi mata uang dollar AS bergerak bullish.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here