Harga Kopi Arabika Berpotensi Turun Terus

370

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi arabika  di bursa ICE (Internasional Commodity Exchange) akhir sesi perdagangan hari Selasa (20/11) yang ditutup pada Rabu pagi (21/11) anjlok parah oleh karena penguatan dolar  dan adanya tanda-tanda persediaan global yang melimpah yang dimonitor ICE.

ICE melaporkan pasokan kopi arabika terus naik dan membukukan tertinggi 4 tahun dari 2,459 juta tas. Namun pelemahan harga kopi mungkin terbatas dalam jangka pendek pada kekhawatiran tanaman kopi Brasil setelah Somar Meteorolgia melaporkan curah hujan 15,2 milimeter dalam seminggu terakhir atau hanya 28% dari rata-rata historis di Minas Gerais, wilayah penanaman kopi arabika terbesar Brasil.

Namun untuk harga kopi robusta alami penurunan hingga jatuh ke level terendah 1-1 / 2 bulan oleh laporan melimpahnya pasokan kopi  di Vietnam sebagai negara produsen robusta terbesar di dunia. Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam melaporkan  bahwa ekspor kopi Vietnam Jan-Okt naik + 21,2% y / y menjadi 1,57 MMT.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York ditutup turun $1.75 atau 1,50 persen  pada $114,90 per lb.  Demikian juga dengan  harga kopi robusta kontrak bulan Januari turun $7 atau 0,43 persen  pada $ 1.625 per ton.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi  arabika bisa turun kembali oleh proyeksi pelemahan mata uang Brasil.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here