IHSG Rabu Terkoreksi Lagi ke 5948, Bursa Asia Mixed Setelah Wall Street Terjungkal

500

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu sore ini (21/11) terpantau ditutup terkoreksi melemah -0,95% atau -57,245 poin ke level 5.948,052 setelah dibuka turun ke level 5.942,19. IHSG tertekan koreksi profit taking lanjutan imbas dari pasar global, sementara bursa Asia umumnya ditutup mixed di tengah pasar yang khawatir atas melorotnya Wall Street.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau menguat kembali ke level Rp 14.565, dengan dolar AS terkoreksi di pasar Asia dan Eropa setelah menanjak di sesi sebelumnya oleh meningkatnya sentimen risiko pasar global. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.585.

Mengawali perdagangannya, terlihat IHSG melemah 63,09 poin (1,05%) ke level 5.942,19. Indeks LQ45 turun 15,73 poin (1,65%) ke 940,594. Sampai ke istirahat siang, IHSG masih melemah 56,755 poin (0,95%) ke level 5.948,542. Indeks LQ45 turun juga 11,891 poin (1,24%) ke 944,441.

IHSG kemudian tetap bertahan di zona merah, dan ditutup melemah -0,95% atau -57,245 poin ke level 5.948,052.  Indeks LQ45 juga menurun -11,001 poin (1,15%) ke level 945,331. Hari ini delapan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah pertambangan yang merosot 3,57%, diikuti sektor agribisnis yang turun 1,58%.

Tercatat sebanyak 131 saham naik, 273 saham turun dan 103 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 438.409 kali transaksi sebanyak 8,32 miliar lembar saham senilai Rp 8,14 triliun.

Sementara itu, bursa regional hari ini terlihat umumnya variatif, di antaranya Indeks Nikkei yang menurun 0,35% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,51%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Adaro Energy (ADRO) -11,78%, Indika Energy (INDY) -10,29%, Indo Tambangraya (ITMG) -9,08%, dan United Tractor (UNTR) -7,12%.

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini kembali ditekan profit taking meninggalkan area overbought, sementara rupiah terus berlanjut menguat serta mayoritas bursa kawasan Asia yang mixed dalam ketidakjelasan pasar setelah Wall Street terjungkal. Berikutnya IHSG kemungkinan masih dalam situasi wait and see, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.086 dan 6.113. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.747, dan bila tembus ke level 5.733.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here