Harga Minyak Bergerak Naik Dibayangi Sentimen Bearish

507

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik pada Senin (26/11), terdukung aksi bargain hunting setelah penurunan tajam mendekati 7 persen, meskipun prospek permintaan yang suram dan ketidakpastian atas pertumbuhan ekonomi global membatasi kenaikan.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 69 sen menjadi $ 51,11 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,16 di $ 59,96 per barel pada 1044 GMT.

Badan Energi Internasional memperkirakan permintaan minyak global akan mencapai 100 juta barel per tahun pada 2019, tumbuh pada tingkat 1,4 juta barel per hari, tetapi ini turun dari penilaian awal pada Juni sebesar 1,5 juta barel per hari.

Meningkatnya dolar yang telah melemahkan permintaan di negara-negara berkembang ekonomi utama, biaya pinjaman yang lebih tinggi dan ancaman terhadap pertumbuhan global dari perselisihan perdagangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China telah mendorong investor keluar dari aset yang lebih erat terkait dengan ekonomi global, seperti ekuitas atau minyak.

Pada bulan November saja, dana lindung nilai telah menarik lebih dari $ 12 miliar dari pasar minyak, berdasarkan pada rekor penurunan kepemilikan jangka panjang berjangka Brent dan minyak mentah AS dan opsi terhadap harga minyak rata-rata untuk bulan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga minyak berpotensi naik terbantu upaya bargain hunting memanfaatkan penurunan tajam sebelumnya. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 51,60-$ 52,10, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 50,60-$ 50,10.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here