Bursa Eropa Bergerak Lemah Terpengaruh Pernyataan Trump

549

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Eropa turun pada Selasa, terpicu kekuatiran perang dagang terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berniat menaikkan lagi tarif barang impor China. Perkembangan Brexit dan rencana anggaran Italia juga diwaspadai investor.

Indeks Stoxx 600 Eropa 0,3 persen lebih rendah dengan berbagai sektor mengambil arah yang berbeda. Sumber daya dasar adalah sektor berkinerja terburuk, di belakang kekhawatiran perdagangan yang sedang berlangsung.

Indeks FTSE Inggris datar. Indeks DAX Jerman turun 0,17 persen. Indeks CAC Perancis melemah 0,22 persen.

Berbicara kepada Wall Street Journal, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa “sangat tidak mungkin” bahwa Amerika Serikat akan menunda kenaikan tingkat tarif pada $ 200 miliar barang-barang China, menjadi 25 persen. Dia mengatakan bahwa tarif 10 persen untuk laptop dan iPhone yang diimpor dari China dapat diadakan. Akibatnya, saham di pemasok Apple berada di bawah tekanan.

Lebih jauh lagi, saham perjalanan dan rekreasi turun hampir 1 persen di belakang peringatan profit oleh Thomas Cook. Maskapai membekukan pembayaran dividen dan mengeluarkan peringatan keuntungan kedua dalam dua bulan. Saham mendekati terendah enam tahun menurut Reuters. Saham rival Tui juga turun sekitar 4 persen.

Bank-bank Eropa yang berbeda juga berada di bawah garis datar, setelah berbagai penurunan peringkat oleh Morgan Stanley. Metro bank turun 3,3 persen; BBVA turun 2,7 persen.

Di tempat lain, pembicaraan seputar kepergian U.K. dari Uni Eropa terus ramai. Selama akhir pekan, para pemimpin dari Uni Eropa mendukung kesepakatan penarikan Brexit yang ditata oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, namun, masih ada rintangan di depan yang menghadang May. Pemimpin Inggris sekarang menghadapi oposisi dari politisi di negara asalnya, dengan Parlemen diharapkan untuk memberikan suara pada kesepakatan dalam dua minggu pada 11 Desember.

Sementara itu, pemerintah Italia dilihat sebagai menegakkan tujuan anggaran 2019 yang terkemuka untuk saat ini, karena menunggu analisis biaya pada langkah-langkah belanja, menurut Reuters. Ini muncul setelah kantor berita melaporkan bahwa target defisit bisa diturunkan, dengan mengutip dua sumber pemerintah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Eropa berpotensi lemah terpicu kekuatiran perang dagang pasca pernyataan Trump yang akan berlanjut menaikkan tarif barang impor China. Juga perkembangan Brexit di parlemen Inggris dan masalah anggaran Italia masih menjadi sumber kewaspadaan investor.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here