Dolar Rabu Pagi Masih Stabil di Tertinggi 2 Pekan

404

(Vibiznews – Forex) – Kondisi mata uang dolar AS pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (28/11)  masih stabil setelah dibuka sedikit lebih rendah dari penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat mencapai posisi tertinggi dalam 2 pekan setelah Presiden Donald Trump desakan  dengan tarif pada barang-barang Cina.

Presiden Trump  mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa ia berharap untuk melanjutkan kebijakan menaikkan tarif $200 miliar dalam impor Cina menjadi 25 persen dari 10 persen saat ini. Ancaman dari konflik perdagangan yang meningkat antara dua ekonomi terbesar dunia ini menjadi sumber utama kekhawatiran pasar global untuk tahun depan  di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi global dapat melambat. Kondisi diatas telah membentuk sentimen positif bagi dolar   yang telah mendorong permintaan untuk  safe-haven.

Selain itu juga rival-rival utama dolar sedang alami tekanan oleh fundamentalnya yang lemah sehingga dolar leluasa untuk melanjutkan rally sejak perdagangan akhir pekan lalu. Terpantau euro anjlok oleh sentimen komentar dovish Presiden ECB tentang ekonomi kawasan Eropa, demikian juga poundsterling anjlok masih dipicu oleh sentimen Brexit.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap 6 mata uang utama lainnya pagi ini masih stabil di posisi 97.37 setelah awal sesi Asia dibuka pada posisi yang sama. Perdagangan sebelumnya dolar ditutup pada posisi 97.38 dan sempat mencapai posisi tinggi di 97.50.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika posisi dolar berpotensi rally oleh banyaknya momentum perdagangan hari ini yang dapat memberikan sentimen kuat bagi pergerakan dolar.   Beberapa data ekonomi AS yang malam ini dapat mendorong tenaga rally dolar seperti data prelim PDB, penjualan rumah baru, dan ada juga data neraca perdagangan.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here