Meski Data Ekonomi Mantap, Bursa China Tetap Rugi

372

(Vibiznews – Index) –  Memantau perkembangan bursa saham di kawasan Asia hari Rabu (5/12), diperdagangkan melemah  setelah penurunan semalam di bursa saham Wall Street karena investor khawatir tentang perlambatan ekonomi potensial dan keadaan perang perdagangan AS-Cina.

Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,76 persen  sementara itu indeks Topix merosot 0,81 persen. Kerugian juga terlihat di bursa saham Korea Selatan, di mana indeks Kospi menurun 0,83 persen.

Di bursa Australia, indeks ASX 200 turun 1,38 persen  dengan hampir semua sektor diperdagangkan lebih rendah. Pergerakan itu terjadi setelah data produk domestik bruto (PDB) negara untuk kuartal ketiga datang di bawah ekspektasi. Biro Statistik Australia umumkan GDP riil meningkat 0,3 persen secara kuartal dalam tiga bulan hingga September dan 2,8 persen tahun ini.

Memantau perkembangan bursa saham Cina daratan tergelincir ke wilayah negatif di awal perdagangan, dimana indeks Komposit Shanghai turun 1,09 persen sementara komposit Shenzhen turun 1,586 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong juga turun 1,59 persen.

Bursa di China tidak mampu positif sekalipun dari kalender ekonomi menunjukkan indeks Caixin Services PMI yang mengukur aktivitas ekonomi di sektor jasa China, naik menjadi 53,8 pada November – tertinggi dalam lima bulan – dibandingkan dengan 50,8 pada bulan Oktober.

Kerugian perdagangan saham yang terjadi pada bursa utama Asia juga dialami oleh bursa saham Jakarta, dimana IHSG alami profit taking pasar dengan kondisi indeks kini berada di zona negatif dengan penurunan 0,69 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here