Market Outlook, 10-14 December 2018

685

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia bergerak menguat secara bertahap, berlawanan dengan bursa Asia yang terseret efek negatif dari Wall Street yang kehilangan semua gain-nya tahun ini. Secara mingguan IHSG ditutup menguat cukup signifikan 1.16% ke level 6,126.356. Untuk minggu berikutnya (10-14 Desember) IHSG kemungkinan masih berpeluang menanjak lagi oleh terbukanya ruang melanjutkan garis uptrend-nya dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6220 dan kemudian 6360, sedangkan support level di posisi 5990 dan kemudian 5908.

Mata uang rupiah secara mingguan bergerak terkoreksi ke level Rp14,460, sementara dollar di pasar global fluktuatif dan cenderung melemah oleh spekulasi baru pasar bahwa the Fed akan menunda kenaikan suku bunganya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,675 dan 14,930, sementara support di level Rp14,205 dan 14,195.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data PPI m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis Core CPI m/m pada Rabu malam; berikutnya data Core Retail Sales m/m pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data GDP m/m Inggris pada Senin sore; selanjutnya data German ZEW Economic Sentiment pada Rabu sore; kemudian rilis pengumuman ECB Main Refinancing Rate pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 0.00%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data China Industrial Production y/y pada Jumat pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar fluktuatif dan melemah karena muncul prediksi baru bahwa the Fed mungkin menunda kenaikan suku bunganya dalam kondisi pelambatan ekonomi AS dan global belakangan ini, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 96.70. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1378. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1499 dan kemudian 1.1620, sementara support pada 1.1266 dan 1.1214.

Poundsterling minggu lalu terlihat turun terbatas ke level 1.2728 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3174 dan kemudian 1.3257, sedangkan support pada 1.2657 dan 1.2588. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 112.70.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 114.03 dan 114.20, serta support pada 112.23 serta level 111.37. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7199. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7393dan 0.7452, sementara support level di 0.7163 dan 0.7020.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia umumnya melemah terimbas jatuhnya bursa Wall Street dan agak terangkat di hari terakhir karena harapan penundaan siklus kenaikan suku bunga global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 21680. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22695 dan 23050, sementara support pada level 21215 dan lalu 20970. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 25975. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27270 dan 28012, sementara support di 24525 dan 23696.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau terjungkal dalam pasar yang volatile menghapus semua gain di tahun ini, dihempas rilis data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah signifikan ke level 24388.41, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25980 dan 26277, sementara support di level 24242 dan 24120. Index S&P 500 minggu lalu tergelincir ke level 2633,08, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2789 dan 2816, sementara support pada level 2603 dan 2594.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat mencapai 5 bulan tertingginya oleh tergelincirnya dollar setelah rilis data tenaga kerja AS, sehingga harga emas spot menguat signifikan ke level $1248.05 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1243 dan berikut $1265, serta support pada $1195 dan $1180.

 

 

Faktor situasi ekonomi dunia, seperti di Amerika, China, juga Eropa sering sekali memengaruhi pergerakan pasar investasi pada banyak pilihan instrumen investasi. Pasar tergoyang oleh ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika, misalnya, atau tertekan oleh pelambatan pertumbuhan di China. Pasar nampaknya masih akan fluktuatif pada periode sekarang ini. Dalam kondisi seperti ini, sekarang dan ke depannya, “trading skill” menjadi suatu kebutuhan yang mutlak dimiliki para investor. Kalau Anda perlu bantuan, vibiznews.com lebih dari senang untuk membantu strategi investasi untuk profit Anda. Mari kita jalani fakta pasar ini bersama, dan secara bersama pula memenangkannya. Bagi Anda yang sudah mengalaminya, disampaikan terima kasih dari kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here