Posisi Dolar AS Awal Pekan Masih Lemah

411

(Vibiznews – Forex) – Setelah pekan lalu secara teknikal pergerakan dolar AS mencetak kerugian pertama setelah 2 pekan berturut beruntung, awali perdagangan pekan ini hari Senin (10/12) masih dalam kondisi yang kurang stabil di posisi yang sama dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Masih lemahnya kekuatan dolar imbas sentimen pasar perdagangan akhir pekan lalu dimana salah satu mata uang utama tersebut anjlok  setelah laporan pekerjaan bulanan AS  lebih lemah dari perkiraan yang dirilis seperti laporan NFP dan pertumbuhan upah bulan November. Hal ini menunjukkan Federal Reserve akan mengetatkan kebijakan moneter pada tingkat yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Sehingga muncul spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin siap untuk memberi sinyal jeda dalam kampanye kenaikan suku bunga tiga tahunnya diimbangi oleh kekhawatiran bahwa pertumbuhan global melambat. Ekspektasi the Fed siap untuk menghentikan suku bunganya diperkuat setelah komentar Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu .

Faktor lain yang menghambat kenaikan dolar yaitu anjloknya imbal hasil treasury AS yang telah memangkas keuntungan diferensial yield dolar tahun ini. Yield obligasi 10-tahun  sempat jatuh  ke level terendah sejak akhir Agustus dengan kesenjangan hasil antara sepuluh tahun jatuh tempo di AS dan pemerintah Inggris dipangkas menjadi 162 basis poin dari 174 basis poin sebulan sebelumnya.

Karena sepanjang hari ini tidak ada data ekonomi yang kuat dirilis, untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika menurut analyst Vibiz Research Center  secara teknikal indeks dolar akan turun ke posisi  96,51 yang merupakan penutupan pekan lalu dan jika tembus akan meluncur ke S1. Namun jika bergerak positif akan berusaha naik ke posisi awal sesi di 96.72 dan jika tembus akan mendaki ke kisaran resisten kuatnya.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here