Emas Dunia Selasa Stabil di Bawah 5 Bulan Tertingginya, Emas Antam Turun ke Rp657.000 per gram

484

(Vibiznews – Commodity) – Harga emas dunia terpantau bertahan stabil pada perdagangan Selasa siang (11/12) WIB, ditahan oleh harapan di pasar bahwa Federal Reserve AS dapat menghentikan siklus kenaikan suku bunga secara lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Tetapi penguatan dolar di tengah kekhawatiran prospek Brexit telah membebani harga logam mulia.

Spot emas naik tipis ke level $1,245.77 per ounce, pada Selasa siang WIB. Emas berjangka AS sedikit berubah pada $1,250.1 per ounce.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi hari WIB ini terkoreksi teknikal ke level 97,07, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,17.

Perdana Menteri Inggris Theresa May dilaporkan pada Senin kemarin menunda pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit untuk mencari lebih banyak konsesi, semetara Uni Eropa menolak untuk merundingkannya kembali, dan anggota parlemen meragukan peluang PM May untuk menghasilkan perubahan besar.

Di tempat lain, rencana The Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunganya tahun depan sedang berhadapan dengan banyak skeptisisme di Wall Street, dengan para pedagang berjangka bertaruh akan adanya suatu jeda.

Sementara itu, analis Vibiznews melihat bahwa spot emas dunia berupaya rebound dari koreksi tajam di bawah 5 bulan tertingginya, sedangkan dollar tampak kembali terkoreksi di tengah pasar yang berprediksi akan berhentinya kenaikan suku bunga the Fed. Harga emas, kalau terdongkrak ke atas akan menuju ke level resistant $1.265,82 dan level $1.272,30. Sedangkan, bila tertekan, akan menuju level support di $1.221,80 dan $1.211,11.

Di dalam negeri, harga emas ANTAM terpantau turun Rp3000 ke level harga Rp657.000 per gramnya, dibandingkan harga pada Senin kemarin di Rp660.000.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here