Ringkasan Penggerak Pasar Forex Minggu Lalu

369

(Vibiznews-Forex) Kita perlu melihat pada event-event utama yang menggerakkan pasar minggu yang lalu supaya bisa mengikuti perkembangan kenaikan atau penurunan yang terjadi dari indikator utama yang ada dalam kalender forex dan memiliki pandangan kedepan.

Presiden Trump dan Xi setuju mengenai gencatan senjata perdagangan selama 90 hari tanpa tarif baru dan negosiasi yang intens. Pasar mengalami rally meskipun kurangnya kejelasan mengenai persetujuan yang terperinci. Imbal hasil AS jatuh dan dengan pembalikan yang berada pada ujung terendah dari kurva, sebagian orang mengkuatirkan resesi sedang datang. Debat Brexit di Parlemen Inggris dimulai dengan kelompok yang pro “remain” mendapatkan dorongan dari opini ECJ bahwa Inggris bisa secara unilateral mencabut artikel 50. Itali memperpanjang penurunan dari defisit budget yang tinggi dan pembicaraan dengan Brusell berlanjut.

Hal-hal yang positip yang terjadi pada minggu lalu:

  1. Federal Reserve memandang data Labor dan Housing sebagai “soft” – menunjukkan siklus kenaikan tingkat bunga yang melambat;
    2. Non-farm payrolls naik 155.000 di bulan November, memenuhi sisi terendah dari yang dipekirakan;
    3. Tingkat pengangguran tetap tidak berubah 3.7%.
    4. MBA mortgage applications naik 1.0% per minggu setelah disesuaikan secara musiman.
    5. Non-farm productivity naik 2.3% per kuartal, sesuai denan yang diperkirakan
    6. ISM manufacturing index naik 1.6 di bulan November dari 57.7 menjadi 59.3; ISM non-manufacturing index  naik 0.4% per bulan, dari 60.3 menjadi 60.7.

Hal-hal yang negatip yang terjadi pada minggu yang lalu:

  1. Tweet dari POTUS mengenai kesepakatan dengan Cina ternyata tidak terbukti; pasar kehilangan kepercayaan terhadap POTUS;
    2. Indeks-indeks Utama (S&P -4.6%; Nasdaq -4.9%; Dow -4.5%) menderita minggu yang paling buruk sejak bulan Maret 2018;
    3. Defisit perdagangan internasional bertambah dalam menjadi -55.5 miliar pada bulan November, 500 juta lebih dalam daripada yang diperkirakan.
    4. PHK muncul di 53,073 untuk bulan November untuk bulan ketiga berturut-turut meningkat.
    5. Factory orders jatuh 2.1% per bulan, turun dari sebelumnya kenaikan 0.7%. Belanja konstruksi turun 0.1% per bulan, meleset dari yang diperkirakan pertambahan sebesar 0.3%.
    6. PMI manufacturing index turun 0.4% di bulan November dari 55.7 menjadi 55.3; PMI services index turun 0.1% per bulan dari 54.8 menjadi 54.7.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here