Bursa Australia ASX 200 Naik Setelah Anjloknya Wall Street Dan Naiknya Ketegangan Perang Dagang

385

(Vibiznews – Index) – Saham Australia dibuka lebih tinggi pada hari Rabu setelah sesi perdagangan yang bergejolak di Wall Street di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan seputar hubungan perdagangan AS-China dan kemungkinan adanya shutdown di kantor pemerintah di Washington.

Indeks ASX 200 naik 0,31 persen pada pembukaan, di atas penutupan kemarin 5.575,9 poin.

Di tempat lain di Asia, Nikkei berjangka di Osaka dan Chicago menunjuk ke pembukaan lebih tinggi untuk indeks Jepang, setelah penutupan Selasa 21.148,02 poin.

Saham otomotif Asia akan menjadi fokus menyusul laporan berita bahwa China sedang bergerak menuju pemotongan tarif pada mobil yang dibuat di AS hingga 15 persen dari 40 persen saat ini.

Pengadilan di Kanada memberikan jaminan kepada raksasa telekomunikasi China, CFO Huawei Meng Wanzhou pada hari Selasa, ketika dia menunggu sidang untuk ekstradisi ke AS. Penahanannya pada 1 Desember, selama persinggahan di Kanada, meningkatkan kegelisahan perdagangan antara AS dan China. Meng ditangkap atas permintaan AS karena diduga melanggar sanksi terhadap Iran. Beijing mengancam “konsekuensi serius” atas penahanannya.

Sebelumnya di Wall Street, pada awal perdagangan, harga saham naik di seluruh papan setelah berita muncul bahwa China akan memotong tarif pada mobil yang dibuat di AS. Selain itu, Wakil Perdana Menteri China Liu He dilaporkan sedang dalam diskusi dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer, dengan tujuan hendak melakukan de-eskalasi perang perdagangan global.

Tetapi setelah beberapa optimisme di awal perdagangan bursa AS, The Washington Post melaporkan AS akan mengutuk China atas peretasan dan spionase ekonomi, yang berpotensi meningkatkan ketegangan antara kedua negara sekali lagi.

Stok AS juga jatuh setelah pertikaian kontroversial antara Presiden Donald Trump dan kepemimpinan Demokrat atas keamanan perbatasan. Trump mengancam akan menutup kantor pemerintah jika lebih banyak uang tidak dialokasikan untuk membangun dinding di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Pada akhir sesi perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 0,22 persen menjadi 24.370,24, S & P 500 tergelincir ditutup pada 2,636.78, dan Nasdaq Composite naik 0,16 persen menjadi 7.031,83.

Perkembangan Brexit

Di pasar Eropa, sentimen tetap relatif rapuh di tengah meningkatnya gejolak politik atas kesepakatan Brexit yang diusulkan pemerintah AS. Perdana Menteri Theresa May tiba-tiba menunda pemungutan suara parlemen pada hari Senin, mengirim sterling ke posisi terendah 20 bulan.

Pound menurun lebih lanjut menyusul tweet dari seorang jurnalis yang mengklaim bahwa May sedang digiring untuk menghadapi tantangan kepemimpinan dari anggota parlemen dalam partainya sendiri.

Perdana Menteri Inggris telah melakukan perjalanan ke Belanda, Jerman dan Brussels pada hari Selasa dalam upaya untuk mendapatkan beberapa konsesi lagi dari pihak Eropa. Namun, meskipun 27 pemerintah lainnya ingin membantu May untuk mendapatkan persetujuan yang disetujui di parlemen AS, tidak ada kesediaan untuk mengubah perjanjian.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, berada di 97.462 pada perdagangan Asia awal, naik dari 97.219 kemarin.

Yen Jepang diperdagangkan datar di 113,37 terhadap dolar, sementara dolar Australia naik tipis menjadi 0,7210 setelah kemarin 0,7206.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here