Data Inflasi Mengecewakan, Dolar AS Ambruk ke Bawah 97.00

483

(Vibiznews – Forex) – Melihat pergerakan dolar AS pada perdagangan forex hari Rabu (12/12) sesi Amerika tampak sedang memangkas keuntungan dalam 2 hari perdagangan. Di sesi Asia sudah terjadi profit taking sehingga dibuka lebih rendah dan bergerak bearish, namun di sesi Eropa naik kembali merespon kuatnya yield obligasi AS dan juga ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan ini.

Malam ini telah dirilis data inflasi bulan November yang menjadi salah satu katalis kuat untuk pergerakan dolar, namun data tersebut mengecewakan pasar sehingga kembali terjadi aksi jual dolar. Tingkat inflasi tahunan di AS turun menjadi 2,2% pada bulan November dari 2,5% pada bulan Oktober, sesuai harapan. Namun data tersebut merupakan data terendah sejak Februari.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap 6 mata uang utama lainnya turun di bawah 97,00 setelah diperdagangkan kemarin di level tertinggi dalam dua minggu. Indeks dibuka pada posisi 97.46 dan kini berada di posisi 96.99 setelah sempat mencapai posisi 97.49.

Melemahnya dolar sebagian besar kerugian dalam indeks selain buruknya data inflasi diatas berasal dari rally rival utama di Eropa yaitu euro dan poundsterling karena yield obligasi AS terpantau masih di posisi yang kuat.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here