GBP/USD Tergelincir dibawah 1.2600 Karena Menguatnya USD Meskipun Ada Harapan Akan Brexit

405

(Vibiznews-Forex) GBP/USD tergelincir dibawah 1.2600. Dolar AS mengalami kenaikan yang meluas bersamaan dengan kenaikan dari imbal hasil obligasi, meskipun Deputi Perdana Menteri Irlandia Simon Coveney membuka pintu terhadap suatu deklarasi baru mengatasi penghalang dari Irlandia.

GBP/USD sempat mengalami “rebound” yang kuat diperdagangkan naik 0.5% disekitar 1.2620 setelah Deputi Perdana Menteri Irlandia Simon Coveney mengatakan bahwa ada potensi untuk pernyataan baru tentang deklarasi dari Uni Eropa berdasarkan penghalang dari Irlandia, mengurangi tekanan dari pemerintah Inggris.

Coveney menambahkan bahwa penghalang itu tidak akan berubah, namun membuka kembali  opsi renegosiasi setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May membatalkan pemungutan suara parlemen mengenai persetujuan Brexit pada hari Senin di dalam usaha untuk menghindari kekalahan yang memalukan.

GBP/USD turun 2% ke 1,2507 pada hari Senin dengan pasar forex mulai untuk meng-assess kembali peluang dari “no-deal Brexit.

Sementara itu, Office for National Statistics dari Inggris mengatakan pasar tenaga kerja Inggris tetap kuat dengan tingkat pengangguran stagnan di 4.1% dekat dengan kerendahan selama 4 dekade di 4.0%. Baik upah regular maupun total naik 3.3% per tahun di dalam jangka waktu tiga bulan sampai bulan Oktober melampaui dari perkiraan pasar.

Penurunan GBP/USD lebih lanjut akan berhadapan dengan garis “support” terdekat di 1.2457 diikuti dengan 1.2355 dan 1.2204. Kenaikannya akan berhadapan dengan garis “resistance” terdekat di 1.2711 diikuti dengan 1.2862 dan 1.2964.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here