Kekuatan Fundamental Dolar AS Melawan Rivalnya

328

(Vibiznews – Forex) – Melihat pergerakan dolar AS pada perdagangan forex hari Selasa (11/12) yang berakhir Rabu pagi (12/12) berhasil mencetak untung terhadap rival utama lainnya setelah diawal perdagangan berada dalam tekanan profit taking dari posisi tinggi sebelumnya. Semua rival-rival utamanya awal sesi berhasil menekan dolar namun di sesi Eropa terjadi sebaliknya.

Dolar melemah pada awal perdagangan karena para pedagang berbalik optimis pada negosiasi perdagangan antara AS dan China. Dimana Kementerian Perdagangan China melaporkan Wakil Perdana Menteri China Liu He berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, dimana kedua pihak saling bertukar pandangan tentang pemberlakuan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara pada pertemuan sebelumnya, dan mendorong ke depan jadwal dan mapping untuk tahap berikutnya dari pekerjaan konsultasi ekonomi dan perdagangan.

Namun harga produsen (PPI) di AS secara tidak terduga menunjukkan kenaikan moderat pada bulan November seperti dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja pada sesi Amerika, sehingga menambah tenaga kuat bagi dolar untuk meraih untung setelah ditekan rival-rivalnya.

Selain itu kenaikan imbal hasil obligasi AS memberikan pijakan pergerakan naik dolar AS yang didukung juga pergerakan kuat di bursa saham, yield obligasi 10th naik 0,02 persen. Sentimen inilah yang kini memberikan tenaga tambahan bagi dolar meraih kembali rekor penguatan 7 hari perdagangan sebelumnya.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap 6 mata uang utama lainnya perdagangan hari Selasa ditutup pada posisi 97.47 setelah dibuka pada 97.23. Indeks telah naik 0,23 persen dari perdagangan sebelumnya. Namun awali perdagangan hari Rabu (12/12) terpantau dibuka lebih rendah ke 97.47 dan kini bergerak bearish.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here