Wall Street Dibuka Naik Karena Optimisme Akan Kemajuan Perang Dagang AS-China

414

(Vibiznews – Index) – Bursa saham AS dibuka lebih tinggi pada hari Rabu karena investor mencerna berita yang terkait dengan perang perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 318 poin, dipimpin oleh kenaikan di Caterpillar. S & P 500 naik 1,2 persen karena sektor energi dan teknologi mengungguli. Nasdaq Composite melonjak 1,4 persen karena Feacebook, Amazon, Netflix dan Google-parent Alphabet semuanya diperdagangkan lebih tinggi.

Saham Caterpillar dan Boeing keduanya naik lebih dari 1,5 persen. Saham-saham ini dianggap sebagai penentu arah perdagangan global karena luasnya pasar mereka yang mencakup seluruh dunia.

Saham-saham perbankan juga naik. SPDR S & P Bank ETF (KBE) naik sekitar 1 persen sementara saham J.P. Morgan Chase, Morgan Stanley dan Citigroup semuanya juga diperdagangkan lebih tinggi.

The Wall Street Journal melaporkan Cina bekerja untuk meningkatkan akses ke perusahaan asing, sebuah langkah yang bertujuan untuk memperlancar hubungan perdagangan AS-Cina. Rencana ini, kata laporan itu, akan menggantikan rencana Made in China 2025 di negara itu, sebuah kerangka yang bertujuan untuk membuat China menjadi pemimpin dalam industri seperti mobil energi bersih dan robotik.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa dia akan mengintervensi dalam kasus Departemen Kehakiman melawan seorang eksekutif puncak di raksasa telekomunikasi China Huawei jika itu akan membantu melayani kepentingan keamanan nasional atau membantu pembicaraan perdagangan AS-Sino. Huawei adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di Cina. Itu juga dilihat sebagai simbol kebanggaan oleh pemerintah Cina.

Trump juga mengatakan pembicaraan Selasa antara Washington dan Beijing sedang berlangsung dan menegaskan dia tidak akan menaikkan tarif pada impor Cina sampai dia yakin tentang perjanjian perdagangan yang komprehensif.

Sementara itu, beberapa laporan menunjuk ke China memotong tarif pada mobil buatan AS. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa China mengindikasikan akan menurunkan tarif, tetapi AS akan menunggu pada dokumentasi dan waktu resmi.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here