Harga Biji Cokelat Dunia Sedikit Naik di Posisi Murahnya

327

(Vibiznews – Commodity) – Harga cocoa dunia yang dijual di pasar komoditas internasional hari Rabu (12/12) yang berakhir Kamis pagi (13/12) rebound  baik di ICE New York yang bangkit dari posisi terendah dalam 5 hari perdagangan demikian juga di ICE London bangkit dari posisi termurah sejak perdagangan 1 Oktober 2018.  Kenaikan sementara ini dipicu oleh aksi bargain hunting bersamaan dengan anjloknya posisi mata uang dolar AS dan juga laporan produksi kakao global lebih ketat.

Inventarisasi kakao yang dipantau ICE terus menurun selama 7 bulan terakhir hingga terendah 1-3/4 tahun dengan 3,372 juta tas. Namun pasar lebih dikhawatirkan laporan pemerintah Pantai Gading dan Dewan Kakao Ghana untuk produksi kakao yang meningkat seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Pemerintah  Pantai Gading melaporkan  bahwa petani mengirim 753,549 MT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober – 9 Des, yang naik   29,7% dari waktu yang sama tahun lalu. Juga, data dari Dewan Kakao Ghana menunjukkan pembelian dari petani kakao Ghana, produsen cokelat terbesar kedua dunia, mencapai 322.945 MT selama delapan minggu pertama panen dari 5 Oktober – 29 November atau naik 41,7% y/y.

Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Maret di ICE New York  naik  46  atau 2,17 persen  pada posisi $2.162 per ton. Untuk harga kakao di bursa London naik $39  atau 2,62 persen  pada posisi  1,525 pound per ton.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka  yang diperdagangkan di bursa New York malam nanti diperkirakan akan melemah kembali  oleh proyeksi kuatnya mata uang dolar AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here