Bursa Eropa Akhir Pekan Dibuka Merugi Karena Data China

1022

(Vibiznews – Index)- Perdagangan bursa saham Eropa akhir pekan hari Jumat  (14/12) dibuka anjlok di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan tajam di ekonomi terbesar kedua di dunia yaitu China. Selain itu juga indeks bursa utama dibebani buruknya data PMI kinerja sektor manufaktur dan jasa.

Terpantau indeks Pan-Eropa Stoxx 600 turun lebih dari 1,1 persen  dengan semua  sektor dan bursa utama di wilayah negatif. Indeks DAX Jerman bergerak turun 1,14 persen, indeks CAC 40 Prancis turun 0,96 persen dan FTSE 100 Inggris tetap turun 0,87 persen.

Indeks bursa Jerman lebih merugi dikarenakan sentimen negatif pasar atas rilis data flash PMI sektor manufaktur dan jasa yang menunjukkan data lebih rendah dari periode sebelumnya dan juga ekspektasi. Data negara anggota Eurozone lain juga menunjukkan data yang mengecewakan.

Dengan data ekonomi China yang mengecewakan meningkatkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global dan memicu berdampak pada  penjualan di seluruh Asia dan Eropa. Dampak sengketa perdagangan AS-Cina dapat diukur dari data yang menunjukkan produksi industri China telah turun ke laju paling lambat dalam tiga tahun dan penjualan ritelnya meningkat pada laju paling lambat sejak 2003.

Melihat saham sektoral, saham sektor otomotif  memimpin penurunan  hingga lebih dari 2,6 persen. Saham anjlok merespon data penjualan ritel yang lebih lemah dari yang diantisipasi di China menggarisbawahi meningkatnya risiko terhadap ekonomi  karena negara tersebut bekerja untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

Sebagai informasi pasar Eropa hari Kamis (14/12)  berakhir bervariasi dengan investor sebagian besar pasar berhati-hati setelah ECB menegaskan bahwa akan mengakhiri Program Pembelian Aset besar-besaran pada bulan Desember. Di antara pasar utama di Eropa, bursa Inggris dan Jerman berakhir sedikit lemah dengan indeks patokan mereka FTSE dan CAC 40 keduanya turun 0,04%. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,26 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here