Kekuatan Fundamental Jadi Pijakan Naiknya Harga Minyak Mentah

371

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia diujung perdagangan komoditas hari Kamis (13/12) yang berakhir pagi ini (14/13) rally kuat hingga mencapai posisi tertinggi dalam 5 hari perdagangan oleh sentimen penurunan pasokan minyak mentah Amerika Serikat.

Dari beberapa laporan pekan ini telah terjadi penurunan persediaan minyak di Amerika Serikat  sehingga investor beranggapan  pasar minyak global dapat memiliki defisit lebih cepat daripada yang mereka duga sebelumnya.

Genscape melaporkan inventaris minyak mentah AS di Cushing-Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah AS, turun hampir 822.000 barel dalam seminggu hingga 11 Desember.  Laporan sebelumnya untuk periode sepekan  hingga 7 Desember lalu  mengecewakan beberapa investor yang memperkirakan penurunan 3 juta barel namun ternyata data menunjukkan pasokan melompat sebesar 1,1 juta barel di Cushing.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 3,30 persen, di $ 52,94 per barel . Demikian juga dengan harga minyak mentah Brent, patokan internasional untuk harga minyak dunia naik $2,49 atau 2 persen  menjadi $61,47 per barel.

Dalam laporan Pasar Minyak bulanannya, EIA mengatakan kesepakatan pemangkasan produksi OPEC dengan Rusia dan keputusan Kanada untuk ikut  pemangkasan produksi dapat menciptakan defisit pasokan pasar minyak pada kuartal kedua tahun depan, jika produsen utama berpegang pada kesepakatan mereka.

OPEC mengatakan pada hari Rabu bahwa permintaan untuk minyak mentah pada 2019 akan jatuh ke 31.440.000 bpd, 100.000 bpd kurang dari yang diperkirakan bulan lalu dan 1.53 juta bph kurang dari yang saat ini diproduksi.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here