Kondisi Bursa Asia Akhir Pekan Sedang Panas

571

(Vibiznews – Index) –  Kondisi bursa saham di kawasan Asia akhir pekan hari Jumat (14/12) sedang panas, pasalnya hampir semua indeks bursa utama anjlok parah melanjutkan kerugian perdagangan sebelumnya. Penarikan dana cukup besar dari bursa Asia mendapat sentimen negatif atas sekeptisme kesepakatan perang dagang AS-China dan laporan  data makro ekonomi China terkini.

Hari ini kantor statistik nasional China umumkan data produksi industri dan penjualan ritel bulan November menunjukkan data yang lebih rendah dari periode bulan sebelumnya, sehingga membuat kekhawatiran pasar akan kondisi ekonomi negeri tersebut.

Akibatnya semua bursa saham di China anjlok cukup signfikan dan  diperdagangkan lebih rendah setelah laporan data China tersebut menunjukkan data yang tidak sesuai ekspektasi. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,55 persen , indeks  komposit Shanghai anjlok 0,54 persen  sedangkan indeks komposit Shenzhen tergelincir 0,71 persen.

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 1,99 persen, sedangkan indeks Topix turun 1,45 persen. Demikian juga di bursa saham Korea Selatan, indeks Kospi  tergelincir 1,40 persen. Untuk kawasan Pasifik, perdagangan bursa saham Australia paling terpukul jika kondisi di China buruk sehingga indeks  ASX 200 Australia turun 1,08 persen.

Untuk pergerakan perdagangan bursa saham global hari ini, terdapat beberapa momentum yang bisa diperhatikan seperti di kawasan Eropa terdapat laporan flash PMI untuk sektor manufaktur dan jasa anggota Eurozone. Lalu di sesi Amerika selain laporan yang sama untuk flash PMI juga terdapat data retail sales dan juga produksi industri Amerika.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here