Pan Eropa Stoxx 600 Turun Ditengah Kekuatiran Perlambatan Pertumbuhan Global

399

(Vibiznews – Index) – Saham Eropa diperdagangkan lebih rendah pada Senin pagi, di tengah meningkatnya kekhawatiran perlambatan tajam dalam pertumbuhan global.

Pan-Eropa Stoxx 600 turun 0,25 persen dengan mayoritas sektor di wilayah negatif. FTSE 100 dibuka 0,16 poin lebih rendah, CAC turun 0,3 persen, sedangkan DAX lebih rendah 0,08 persen.

Dalam hal saham sektor ritel turun paling banyak, lebih dari 1 persen. Saham ritel Inggris membuat kerugian besar pada hari Senin, dengan Asos turun 34 persen, Yang berikutnya turun 8 persen, Marks & Spencer turun 4,6 persen saham Boohoo turun 19,4 persen.

Pada hari Senin, Asos memangkas pertumbuhan penjualan tahunan dan perkiraan marjin laba, menjadi peritel Inggris terbaru untuk menyoroti perdagangan November yang sangat buruk. ASOS menurunkan perkiraan pertumbuhan penjualan untuk 2018-19 tahun menjadi 15 persen dari 20-25 persen sebelumnya dan memotong pendapatannya sebelum target bunga dan pajak (EBIT) untuk tahun ini menjadi sekitar 2 persen dari 4 persen.

Sementara itu, sektor sumber daya dasar menjadi adalah sektor berkinerja terbaik, naik 0,8 persen.

Fokus pasar sebagian besar selaras dengan kekhawatiran seputar pertumbuhan global yang mendingin setelah data ekonomi yang lemah dari China dan Eropa pada pekan lalu yang menambah kekhawatiran di pasar global. Pada hari Jumat, China melaporkan data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan, tumbuh pada laju terlemahnya sejak November 2003.

Saham di Asia sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi pada Senin menyusul laporan yang menunjukkan gejolak lebih lanjut untuk pasar pada 2019.

Bank of International Settlements (BIS), sebuah kelompok payung untuk bank-bank sentral dunia, mengatakan pada hari Minggu bahwa ketegangan pasar baru-baru ini adalah tanda dari lebih banyak gejolak yang akan datang. Ini memperingatkan bahwa normalisasi kebijakan moneter cenderung memicu kebingungan penjualan yang tajam dalam waktu dekat.

Sementara itu, sterling melayang di dekat level terendah dalam 20 bulan yang disentuh pekan lalu, kekhawatiran yang ditimbulkan akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa meningkat.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner of Wealth Planning Services
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here