Harga Kopi arabika Turun ke Posisi Harga Termurah 2-1/2 Bulan

569

(Vibiznews – Commodity) – Perkembangan harga kopi dunia pada perdagangan hari pertama  pekan ini yang berakhir Selasa pagi (18/12)  turun ke level terendah 2-1 / 2 bulan  untuk kopi Arabika karena tanda pasokan yang melimpah sehingga melanjutkan aksi jual akhir pekan. Sedangkan untuk harga kopi Robusta di London justru alami kenaikan oleh aksi bargain hunting pasar.

USDA pada hari Jumat lalu (14/12) menaikkan estimasi produksi kopi global 2018/19 menjadi 174.493 mln tas (+ 9.8% y/y) dari perkiraan bulan Juni 171.166 juta tas. USDA juga menaikkan stok kopi akhir global 2018/19 memperkirakan menjadi 37,056 mln tas ( naik 23,7% y/y) dari perkiraan bulan Juni sebesar 32,812 juta tas. Sebelumnya juga Cecafe melaporkan bahwa ekspor kopi hijau Brasil Nov melonjak  26% y/y menjadi 3,424 juta kantong, tertinggi yang pernah terjadi untuk bulan November.

Perdagangan kopi robusta di bursa ICE London pulih sedikit dari posisi terendah 2-1/2 tahun  setelah data Komitmen Pedagang menunjukkan broker melipat-tigakan posisi pembelian mereka di kopi robusta menjadi 10.248 kontrak dalam pekan yang berakhir 11 Desember, yang merupakan 8 minggu tinggi.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York ditutup turun 2,15 atau 2,10%  pada posisi $100,10 per lb.  Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari  naik $8 atau 0,54%  pada posisi  $ 1.450 per ton. Mar kopi arabika (KCH19) pada hari Senin ditutup -2,15 (-%), sementara Mar ICE robusta coffee (RMH19) ditutup .

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi  arabika akan   naik oleh pelemahan dolar dan robusta berpotensi lemah lagi oleh penguatan kurs pound Inggris.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here