Harga Minyak Bumi di Eropa 18/12 Masih Merana, Termurah 1-3/4 Tahun

576

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah  pada perdagangan komoditas hari Selasa (18/12) turun lebih dari 1 persen yang terpukul untuk sesi ketiga berturut-turut hingga jatuh ke posisi termurah dalam 1-3/4 tahun, dipicu  laporan tentang persediaan dan perkiraan rekor produksi minyak serpih di Amerika Serikat yang merupakan produsen terbesar di dunia sehingga memicu kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Sebelumnya pasar sudah khawatir  seputar permintaan minyak di masa depan di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan keraguan atas dampak pemotongan produksi yang direncanakan  OPEC.

Harga patokan internasional minyak mentah Brent berjangka berada di $ 58,34 per barel  yang turun 1,11 sen  atau 1,84 persen dari penutupan terakhir mereka. MInyak Brent telah jatuh lebih dari 4 persen dalam tiga sesi terakhir sejauh ini. Kemudian harga minyak mentah berjangka WTI AS turun 92 sen, atau 1,88 persen pada $ 49,05 per barel.

Inventaris di pusat penyimpanan AS Cushing, Oklahoma yang merupakan titik pengiriman untuk kontrak berjangka WTI, naik lebih dari 1 juta barel dari 11 hingga 14 Desember menurut laporan Genscape. Sementara itu, produksi minyak dari tujuh cekungan serpih utama AS diperkirakan naik menjadi 8,03 juta barel per hari (bpd) pada akhir tahun untuk pertama kalinya seperti yang dilaporkan EIA AS hari Senin lalu (17/12).

Kenaikan tingkat produksi minyak serpih AS bersama dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global telah mengancam untuk mengimbangi upaya OPEC karena pasar membebani potensi fundamental yang lebih longgar.

Untuk pergerakan selanjutnya secara teknikal perdagangan minyak berjangka sudah berada di range oversold dengan volatile yang cukup tinggi, namun trend perdagangan samapi akhir sesi masih bearish.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here