Perdagangan Gula Dunia Awal Pekan Menderita oleh Anjloknya Harga Minyak

447

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan awal pekan yang berakhir Selasa pagi (18/12) anjlok kembali melanjutkan kerugian akhir pekan lalu yang disebabkan oleh anjloknya harga minyak mentah dunia ke posisi terendah 2 – minggu.

Posisi lemahnya harga minyak mentah akan melemahkan etanol dan menekan harga gula, dimana  harga etanol yang melemah dapat mendorong produsen gula Brasil untuk mengalihkan lebih banyak tebu ke arah produksi gula daripada produksi etanol, yang akan meningkatkan pasokan gula.

Kekuatan positif harga gula masih memiliki dukungan yang mendasari dari data  Unica pekan lalu yang menunjukkan bahwa produksi gula Brasil Tengah-Tengah 2018/19 selama Nov adalah 25,761 MMT, turun  25,8% y/y, dan bahwa persentase tebu untuk produksi gula turun menjadi 35,71% dari 47,12% y/y sementara tebu untuk produksi etanol naik menjadi 64,29% dari 52,88% y/y.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York ditutup turun  0,16 atau  1,26% pada harga $ 12,49  per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Demikian juga dengan harga gula putih kontrak Maret di bursa London  ditutup turun  3,30  atau 0,96% pada harga $339.70.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara fundamental harga gula berpotensi turun kembali oleh proyeksi penurunan harga minyak mentah namun secara teknikal berpotensi naik oleh bargain hunting pasar.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here