Pukulan Kuat Saham Wallstreet Awal Pekan Berlanjut Pada Bursa Asia

471

(Vibiznews – Index) –  Pergerakan bursa saham di kawasan Asia hari Selasa (18/12)  diperdagangkan lebih rendah  setelah terpukulnya saham di Wall Street semalam dengan anjlok sangat signfikan. Untuk perdagangan selanjutnya investor terus mencermati pidato utama Presiden China Xi Jinping dalam  memperingati 40 tahun reformasi ekonomi terbuka.

Presiden Xi Jinping akan menyampaikan pidato pada perayaan  ulang tahun ke 40 reformasi ekonomi hari ini. Alasan pasar mencermati pidato tersebut menerima sentimen isyu pemerintah China berpeluang untuk mengubah kebijakan ekonominya.

Kondisi bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1 persen  sementara indeks Topix turun 1,1 persen. Tekanan indeks banyak ditekan oleh anjloknya saham industri unggulan yaitu Fast Retailing turun sekitar 1,5 persen.

Di bursa saham Korea Selatan, indeks Kospi hampir datar karena saham pembuat chip SK Hynix turun 1,61 persen. Demikian juga di bursa saham Australi, indeks ASX  turun dan lebih rendah sekitar 0,86 persen, dengan hampir semua sektor mengalami kerugian.

Kondisi pasar saham China daratan sedikit lebih rendah dengan indeks komposit Shanghai tergelincir 0,06 persen dan komposit Shenzhen lebih rendah sebesar 0,092 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng sebagian besar datar.

Fokus perdagangan saham global selanjutnya akan memperhatikan beberapa rilis data ekonomi di sesi Eropa seperti data IFO Germany dan di sesi Amerika akan dirilis data kinerja sektor perumahan Amerika periode bulan November.

Sebagai informasi untuk perdagangan bursa saham Wallstreet semalam, anjlok parah hingga 2 persen lebih dan merupakan kerugian paling besar sepanjang tahun 2018 dengan indeks  S&P500 anjlok 2,05 persen dan Dow Jones anjlok hingga 500 poin lebih.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here