Review Forex 17/12: Yen Jepang Mencuri Kekuatan Dolar AS 2 Hari Berturut

1499

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex awal pekan hari Selasa (18/12) dolar melemah terhadap semua rival utamanya dengan kondisi pasar  berada dalam suasana hati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve yang sangat diantisipasi  pada hari Rabu.

The Fed  diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak seperempat poin   meskipun investor  nantinya fokus meneliti pernyataan dan perkiraan bank sentral untuk petunjuk tentang kenaikan suku bunga mendatang. Mata uang utama yang paling dominan memperoleh kekuatan bullish yaitu kurs euro.

Dolar yang anjlok cukup signifikan sebesar 0,75% juga menerima sentimen negatif dari buruknya data ekonomi yang dirilis semalam dan juga penurunan tajam yang terlihat dalam imbal hasil obligasi Treasury AS di tengah mood perdagangan safe haven yang mendominasi pasar.

Data ekonomi yang menekan dolar yaitu data aktivitas bisnis di sektor manufaktur New York melihat pertumbuhan yang jauh lebih lambat di bulan Desember, menurut laporan yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of New York. The New York Fed mengatakan indeks kondisi bisnis umumnya anjlok menjadi 10,9 pada Desember setelah naik ke 23,3 pada November. Kemudian ada data dari  National Association of Home Builders merilis laporan  secara tak terduga menunjukkan kemerosotan berlanjutnya kepercayaan developer di bulan Desember.

Dari kawasan Eropa data yang sedikit pengaruhi pasar yaitu data inflasi harga konsumen zona euro periode November dibawah dari perkiraan awal menurut  Eurostat, dimana indeks harga konsumen naik 1,9 persen y/y, yang lebih lambat dari perkiraan flash 2 persen pada 30 November. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Mei, ketika berada di level yang sama.

Penilaian rumah tangga Inggris atas kesejahteraan keuangan masa depan mereka turun ke level terendah dalam enam bulan pada bulan Desember, di tengah peningkatan yang kuat dalam biaya hidup dan peningkatan yang lebih lemah dalam pendapatan karyawan, data survei dari IHS Markit dan Ipsos MORI menunjukkan pada hari Senin.

Untuk mata uang utama lainnya yang selama 2 hari berturut mendapat untung atas kondisi lemahnya dolar yaitu yen Jepang, mata uang ini juga menerima sentimen kuat dari anjloknya perdagangan bursa saham global.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here